oleh

Oknum Lurah Dinilai Ibarat Kontraktor Proyek Dana Kelurahan, Camat: Ini Soal Komunikasi

Kawangkoan, Fajarmanado.com – Pengelolaan dana kelurahan dinilai tidak transparan. Bahkan, oknum lurah sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) bertindak ‘single partner’ dan bertindak ibarat kontraktor proyek.

Unit pelaksana atau apa yang disebut PPTK terkesan tak difungsikan. Karena, mulai dari pembelian bahan sampai petunjuk teknis pekerjaan ditangani dan dilakukan langsung oleh oknum-oknum lurah.

Hal tersebut terangkat dalam pertemuan Forum LPM Kelurahan Kawangkoan Raya dengan Camat Kawangkoan Utara, Fabian DK Mendur, SPt, MM dan Camat Kawangkoan, Eightmi Johanna Moniung, SH.

Para pengurus LPM Kelurahan Kawangkoan Raya ketika berdialog dengan Camat Kawangkoan, Eightmi Moniung, SH di Ruang Data Kantor Camat Kawangkoan, Rabu (2/9/2020)

Pertemuan LPM 10 kelurahan yang dipimpin Koordinator Forum LPM Kelurahan Kawangkoan Raya, Drs. Eddy F. Ruata tersebut berlangsung terpisah.

Dengan Camat Kawangkoan Utara, Fabian Mendur berlangsung di ruang kerja camat pada 25 Agustus 2020 dan dengan Camat Kawangkoan, Eightmi Moniung di Ruang Data Kantor Camat Kawangkoan pada Rabu (2/9/2020).

“Sesuai hasil pertemuan pengurus LPM Kawangkoan Raya pada 12 Agustus (2020) lalu, ternyata hanya kami, LPM Kelurahan Kinali yang memegang RAB dan melakukan langsung memesan bahan-bahan (bangunan) yang dibutuhkan,” kata Ketua LPM Kelurahan Kinali, Ventje Victor Mawuntu, SE.

Atas transparansi dan ‘kerelaan’ Lurah memberdayakan LPM, katanya, realisasi fisik proyek dana kelurahan tahap pertama tahun 2020 ini, jauh melebihi target. Rehab drainase, misalnya, dari target 87 meter, terealisasi mencapai 240 meter lebih.

“Tapi bukan berarti kami memanipulasi kualitas proses. Siapa pun tahu, pasti ada selisih lebih dari harga satuan bahan-bahan yang ditetapkan dalam RAB,” ujar anggota DPRD Minahasa tiga periode, yang berlatarbelakang kontraktor itu.

Camat Fabian dan Camat Eightmi mengapresiasi peran LPM sebagai mitra kerja pemerintah kelurahan.

“Persoalan di kelurahan lain ternyata hanya soal koordinasi yang tidak jalan dengan baik. Buktinya, di Kelurahan Kinali bisa jalan,” kata Eby, sapaan akrab Camat Kawangkoan Utara ini.

“Saya akan memanggil para lurah untuk membicarakan hal ini. Kenapa Kinali bisa, kelurahan lain tidak,” ujar Ane, panggilan familiar Camat Kawangkoan, yang mantan Camat Kawangkoan Barat ini.

Meski demikian, Ane mengaku tak bisa mengintervensi para lurah selaku KPA, sebab apabila di kemudian hari terjadi temuan pelanggaran, KPA yang bertanggungjawab, bukan camat.

“Masih untung kalau ada (pelanggaran) temuan dari instansi internal seperti Inspektorat. Hanya disuruh perbaiki atau diberi sanksi TGR. Kalau kejaksaan atau polisi, kita tahu bersama resikonya,” paparnya.

Baik Eby maupun Ane juga senada berharap LPM dilibatkan penuh dalam pelaksanaan pembangunan dana kelurahan.

“Dalam Permendagri nomor 130 tahun 2018 menyebutkan bahwa KPA dapat mengangkat PPTK di luar pegawai, bisa dari lembaga yang ada di kelurahan. Mana saja, asalkan tahu soal teknis. Karena PPTK sama dengan pimpro atau PPK di instansi dinas,” jelas Camat Ane, yang 16 tahun bendahara di Kantor DPRD Minahasa.

Anggota Komisi I DPRD Minahasa, Stvri Tenda, yang hadir pada pertemuan tersebut mengapresiasi respon camat atas masukan Forum LPM Kelurahan Kawangkoan Raya.

“Saya dan pak Ventje sangat berharap masukan-masukan Forum LPM Kelurahan ini dapat diakomodir agar dana kelurahan akan sangat bermanfaat bagi pembangunan di kelurahan,” kata legislator Partai Golkar warga Kelurahan Talikuran, Kawangkoan Utara ini.

“Kalau memang aspirasi forum ini tidak ditindaklanjuti, saya dan Pak Ventje akan membawa dan mengawal ke kabupaten,” sambung dia.

Sementara itu, Ketua Forum LPM Kelurahan Kawangkoan Raya, Drs. Eddy Ruata mengatakan bahwa apa yang disampaikan melalui rapat ini masih sebatas warning agar jangan sampai terjadi lagi di kemudian hari.

“Biarlah, kekurangan dan atau kekeliruan yang terjadi dalam penanganan dana kelurahan sejak tahun lalu sampai tahap pertama tahun 2020 ini dijadikan sebagai pengalaman, dengam catatan jangan sampai terulangi,” paparnya.

Penulis: Herly Umbas

News Feed