oleh

Rayakan Natal dan Sambut Tahun Baru, Desa Touure Dua Miliki GSG

Tompaso, Fajarmanado.com — Masyarakat dan pemerintah Desa Touure Dua, Kecamatan Tompaso Barat, Minahasa benar-benar bersukacita dalam merayakan Natal 2019 dan menyambut Tahun Baru 2020.

Ibarat gayung bersambut, ibadah perayaan Natal 2019 sukses digelar di Gedung Kemasyarakatan, layaknya Gedung Serba Guna (GSG) permanen yang telah lama diidam-idamkan masyarakat setempat, Minggu (29/12/2019), tadi malam.

Tak heran, Ibadah Natal yang melibatkan ratusan warga setempat itu, diawali dengan pentahbisan GSG yang dipimpin Pdt. Ventje Torar, STh, yang juga Ketua BPMJ GMIM Bukit Moria Touure.

Hukum Tua (Kumtua) Desa Touure Dua, Sammy Oping mengatakan, pembangunan GSG berukuran panjang lebar 24×14 meter di atas tanah desa 24×24 meter tersebut menggunakan Dana Desa (Dandes) dua tahun terakhir sesuai kesepakatan bersama pemerintah dan segenap elemen masyarakat desa yang kemudian dituangkan dalam APBDes Touure Dua.

“Tahun 2018 sebesar 325 juta (rupiah) lebih dan tahun 2019 sebanyak 400 juta lebih. Ditambah dengan swadaya masyarakat, dana yang terserap ada sekitar 840 juta lebih,” jelas Kumtua Sammy Oping kepada Fajarmanado.com di Tompaso, Senin (30/12/2019).

Pantauan Fajarmanado.com tadi pagi, sebagian masyarakat tampak sibuk melakukan pembersihan dan pembenahan kembali di dalam maupun halaman GSG.

Ada yang mengangkut kursi dan membongkar tenda, ada pula yang mengangkat aneka sampah yang berserakan.

“Acara tadi malam, selain ibadah Natal Oikumene, juga pentahbisan gedung. Baru pentahbisan, karena peresmian nanti dilakukan oleh Pak Bupati. Kapan, kami tinggal menunggu jadwal Pak Bupati,” jelasnya.

Sammy Oping kembali mengatakan, pembangunan gedung serba guna tersebut telah dimulai tahun 2018. Dana desa yang dialokasikan tahap pertama, sebesar Rp325 juta lebih dan tahap kedua di tahun 2019 ini naik menjadi Rp400 juta lebih, sisanya dana swadaya masyarakat.

“Lantai bangunan sengaja kami tidak pasangi tegel karena akan digunakan pula sebagai sarana olah raga, terutama bulu tangkis dan kemungkinan futsal dan tenis meja,” ungkapnya.

Mengenai sisa sekitar 10×24 meter lahan sisa, menurut Sammy Oping, akan didirikan bangunan kantor desa. “Rencananya, sesuai kesepakatan bersama pemerintah dan tokoh masyarakat, akan dimasukkan dalam APBDes 2020,” kata Kumtua yang dikenal familiar ini.

Penulis: Herly Umbas

News Feed