Reaksi Masyarakat Atas Konsep Perubahan YLM-DRK di Masa Sosialisasi Pilkada Minahasa 2024

Reaksi Masyarakat Atas Konsep Perubahan YLM-DRK di Masa Sosialisasi Pilkada Minahasa 2024

Fajarmanado.com, Tombulu–Sampai H-1 penetapan pasangan calon (paslon) Pilkada Serentak 2024 pada Minggu, 20 September, besok, permintaan warga bertemu Youla Lariwa Mantik, SH, MH dan Denni Rudi Kalangi (YLM–DRK) masih juga berdatangan.

Undangan bertatap muka untuk mendengarkan sekilas komitmen YRK–DRK maju Pilkada Minahasa 2024 terus berjubel di Rumah Pemenangan Minahasa Keter, tagline YLM–DRK maupun secara langsung kepada YLM dan DRK atau tim Relawan Minahasa Keter.

Pasca pendaftaran bakal paslon Pilkada pada 29 Agustus lalu, baik Youla, sapaan akrab wewene keter asal Toulour dan Denni, tuama Tountemboan asal Langowan ini, tak henti menghadiri undangan. Baik formal maupun informal.

Bahkan, Sabtu (21/09/2024), hari ini, pasangan yang diusung partai gabungan, Golkar, Demokrat dan Perindo ini, kembali menghadiri berbagai undangan sekaligus menyerap aspirasi.

Denni mendatangi berbagai acara di Langowan raya, Kakas raya dan Tompaso raya, sementara Youla memenuhi undangan di beberapa lokasi di Kecamatan Tombulu.

Perubahan

Sejatinya, baik Youla maupun Denni terus menjabarkan secara singkat tagline Minahasa Keter YLM–DRK yang fokus pada perubahan, yang diinginkan warga Toar Lumimuut.

Minahasa, katanya, harus berubah dan maju. Jangan ketinggalan dengan daerah hasil pemekarannya, Kabupaten Minsel, Kota Tomohon pada tahun 2003, Kabupaten Mitra dan Kabupaten Minut yang jadi daerah otonom baru (DOB) pada 2008.

“Minahasa ini (wilayahnya) masih besar. Jadi harus dipimpin oleh bupati yang keter, seperti saya, wewene keter,” tandas Youla, lawyer yang pernah Ketua Pemuda Pancasila Minahasa ini.

Tak hanya pemimpinnya, kata Youla, program-program yang disusun dan dilaksanakan, juga harus keter atau kuat berpihak kepada masyarakat, bukan hanya kepada segelintir orang atau kelompok.

“Untuk membuat masyarakat keter atau kuat, harus makan, harus sehat agar daerah bisa ikut maju,” ujar isteri pengusaha nasional spesialis batu bara dan sawit, Noviyandi Rezak, SE yang telah disematkan gelar Tonaas ini.

Minsel, Mitra dan Minut, pernah dipimpin bupati perempuan. Bisa maju.

“Saatnya Minahasa dipimpin juga bupati perempuan. Perempuan keter agar bisa juga maju,” katanya.

Lantas, bagaimana masyarakat bisa dapat makan, pemerintah harus memfasilitasi. UMKM, misalnya, diberikan pelatihan-pelatihan dan dibantu akses pemasarannya.

Petani, lanjut dia, harus dijamin disediakan pupuk bersubsidi. Pupuk murah ini harus diberikan kepada semua petani agar produktif untuk mendukung ketahanan pangan sehingga program swasembada nasional, tapi petani harus ada untung.

“Kalau tidak atau belum masuk kelompok tani, harus difasilitasi. Buatkan kelompok tani. Kalau perlu badan hukum, harus fasilitasi. Kita bayar notaris,” ucapnya disambut aplaus petani Tompaso.

Youla mengapresiasi jalan-jalan dalam pemukiman desa, yang rata-rata sudah diaspal dan dipavingblock, seperti di Desa Leilem raya, Kecamatan Sonder.

Tugas pemerintah daerah yang membangun jalan-jalan pemukiman di 43 kelurahan, yang tak punya anggaran khusus seperti dana desa.

“Jalan-jalan di dalam desa kebanyakan sudah bagus. Ini kan anggaran dana desa. Yang kurang bagus, bahkan banyak yang rusak jalan penghubung antardesa. Harus dibangun supaya mobilisasi hasil pertanian bisa lancar jaya,” tutur penyandang gelar sarjana dan doktor hukum dari Unsrat Manado itu.

Mengabdi

Youla juga mengungkapkan bahwa dirinya mencalonkan diri sebagai Bupati Minahasa adalah untuk semata-mata mengabdi bagi masyarakat dan daerah asalnya, Minahasa.

Kita nda mo mencari doi di sini (Minahasa). Sudah lebih yang Tuhan berikan kepada keluarga saya. Kalu mo cari doi, kita pigi di Kalimantan dan Sumatera, kampung asal suami. Di sini, kita datang untuk mengabdi, membantu masyarakat di sini,” tandas Youla, yang dikenal tegas dan bicara blak-blakan.

Mendengar paparan singkat tersebut, Veronika Worotikan, salah satu warga Desa Kamanta, menyatakan apresiasinya.

“Kami yakin dengan ibu Youla. Dari latar belakang sebagai pengacara, pasti tau hukum. Takut tersandung masalah hukum. Jadi tidak akan mungkin korupsi dan akan menjadi pemimpin yang berkeadilan,” ujarnya.

Veronika menyatakan keyakinannya itu, karena keluarga Youla dan suaminya, Tonaas Andi juga adalah pengusaha sukses, yang sudah kaya raya.

“Kami mengamati Ibu Youla dan suami sering membantu masyarakat. Sudah membuming sebagai dermawan, jadi tidak mungkin mo cari untung kalo so jadi bupati,” kilahnya.

Oleh karena itu, dirinya akan membantu meyakinkan warga sekitar untuk memilih YLM–DRK pada Pilkada Minahasa 27 November mendatang.

“Bukan sorga telinga, kami akan memberikan dukungan yang luar biasa untuk YLM-DRK. Selain figur Ibu Youla, visi misi mereka jelas untuk kepentingan masyarakat,” katanya ketika dikonfirmasi wartawan usai pertemuan.

Sementara itu, Pola Rondonuwu berharap pasangan YLM-DRK dapat menciptakan pula program-program yang membuka lapangan kerja, mengingat banyaknya pengangguran di Minahasa akibat minimnya peluang kerja.

“Kami ingin perubahan yang nyata,” ujarnya.

Ketua Golkar Desa Kamanta, Alfets Wolla, selain mengucapkan terima kasih atas kehadiran YLM, juga menyatakan bahwa warga Tombulu, terutama Desa Kamanta masih mendambakan pemimpin dari Partai Golkar.

“Makanya, kami siap memenangkan YLM-DRK,” tandasnya sambil menyentil keberhasilan Bupati dan Wakil Bupati, Stevanus Vreeke Runtu–Jantje Wowiling Sajow (SVR-JWS), yang dilanjutkan JWS, meski menggunakan kendaraan politik PDI Perjuangan.

“Pembangunan di sini hanya terlihat sampai akhir periode Almarhum JWS,” sambung Wolla.

Menanggapi dukungan tersebut, seperti di beberaoa pertemuan dengan masyarakat sebelumnya, YLM kembali menyatakan komitmen untuk membawa perubahan di berbagai bidang.

“Untuk itulah kami, saya dan Pak Denni butuh dukungan dari tokoh masyarakat dan ketua partai agar YLM-DRK bisa menjadi Bupati Minahasa,” katanya.

“Mari, torang sama-sama rebut kembali kemenangan melalui Pilkada Kabupaten Minahasa,” ajak YLM, disambut tepuk tangan warga yang hadir, sambil meneriakkan; keter.. keter.. wewene keter..!

Selain menyapa warga yang dilintasi di Kecamatan Tombulu, YLM masih merespon undangan warga di Kecamatan Eris.

Sampai berita ini diupload, YLM bersama Relawan Minahasa Keter sedang ‘bercengkrama’ dengan warga Desa Ranomerut.

[**/heru]