oleh

Diduga Tekanan Asmara, Pemuda Ranoyapo Tewas di Langowan

Langowan, Fajarmanado.com –Warga Desa Amongena, Kecamatan Langowan Timur, Minahasa gempar, Sabtu (13/3/2021) pagi tadi.

Kehebohan itu dipicu oleh kabar penemuan mayat di belakang rumah Keluarga Sondakh Lie, kompleks pertokoan Calon Kota Langowan tersebut.

Pasalnya, seorang lelaki tewas dengan keadaan leher terlilit tali tergantung di kerangka bangunan belakang rumah pengusaha itu.

Peristiwa itu, pertama kali diketahui oleh saksi perempuan Syul Lumintang (68), earga setempat, yang saat itu sementara mencuci piring di belakang rumah.

Syul terkejut melihat korban tergantung di kerangka bangunan, sehingga langsung berteriak meminta tolong, kemudian dilaporkan kepada pemerintah desa setempat.

Polres Minahasa melalui Polsek Langowan, dipinpin langsung Kapolsek AKP Dartha Bambang Daipaha, langsung bergegas dan mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Baca Juga :  Hukum Tua Desa Tombasian Atas Imbau Masyarakat, Pengucapan Syukur Sesuai Protap

Kapolsek Langowan, AKP Dartha Bambang Daipaha mengatakan, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan olah TKP, teridentifikasi bahwa identitas lelaki tersebut adalah lelaki Jerry Sumigar.

Pemuda 20 tahun yang berprofesi sebagai buruh ini, adalah warga Desa Beringin, Kecamatan Ranoyapo, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

“Menurut saksi Jhon Berti Sondakh (64), warga desa setempat, korban merupakan karyawan dan sudah tinggal dan bekerja sejak dari Tahun 2016 di tempat itu,” katanya.

Selama tinggal dan bekerja, lanjut dia, korban berkelakuan baik dan pendiam.

Namun, Jhon bilang, korban pernah mengeluhkan soal persoalan yang dialaminya. Korban mengungkapkan sudah mempunyai seorang anak namun belum menikah, karena karena tak direstui orang tua kekasih hatinya.

Baca Juga :  Hukum Tua Desa Tombasian Atas Imbau Masyarakat, Pengucapan Syukur Sesuai Protap

“Calon orang tua mantu korban tidak menyetujui hubungan mereka,” jelas AKP Dartha, sapaan akrab eks Kapolsek Kawangkoan dan Kapolsek Tondano ini.

AKP Dartha mengungkapkan, dari hasil identifikasi dan visum pada jasad korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

“Catatan dari hasil penelusuran sementara, korban nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri diduga karena tertekan masalah asmara,” ungkap ayah dua Putri yang familiar dengan siapa saja ini.

Penulis: Jefry Uno

Editor : Herly Umbas

News Feed