oleh

Masa Transisi, Franky Wongkar Action Bangun Minsel

Amurang, Fajarmanado.com – Meski masih di masa transisi peralihan kepemimpinan, Franky Donny Wongkar, SH, Bupati Minahasa Selatan (Minsel) terpilih Pilkada 2020 ini, diam-diam telah action untuk membangun daerahnya.

Lobi-lobi untuk mendatangkan dana pembangunan infrastruktur dari pemerintah pusat, ternyata sudah ada yang dijajagi dan mulai berbuah hasil.

Fakta kerja FDW, sapaan politisi PDI Perjuangan ini, terungkap pada kunjungan kerja Komisi 3 DPRD Sulawesi Utara (Sulut) di Amurang, Ibu Kota Kabupaten Minsel pada Selasa (23/2/2021) siang.

Pasalnya, saat itu tim Komisi Pembangunan yang dipimpin Ketua Berty Kapojos, SSos sepat kecewa. Bahkan berang, ketika mengetahui bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minsel belum tuntas membebaskan lahan untuk pelebaran jembatan Ranowangko dan Jembatan Ranoyapo serta lanjutan jalan dua jalur di Dalam Kota Amurang.

“Kami datang bersama BPJN untuk meninjau kesiapan lahan untuk pelebaran jembatan (Ranowangko) ini dan jembatan Ranoyapo serta jalan dua jalur,” ungkap Berty Kapojos kepada pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Minsel.

“Kami minta pembebasan lahan harus cepat diclearkan. Kalau tidak, BPJN belum bisa mengusulkan (anggaran) untuk pelebaran jembatan dan jalan ini,” tandas Boy Tumiwa, anggota Komisi 3 kepada Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Minsel, Felix Pasla.

Politisi PDI Perjuangan itu kemudian mengungkapkan bahwa tim Komisi 3 DPRD Sulut dan BPJN XV turun lapangan sebagai respon atas permohonan Bupati Minsel terpilih, Franky Donny Wongkar, SH.

“Saya perlu ingatkan bahwa ini adalah permintaan Pak Bupati (terpilih) yang datang langsung di Kantor BPJN,” tegas legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Minsel-Minahasa Tenggara (Mitra) ini.

Penegasan Boy Tumiwa ternyata bukan isapan jempol belaka. Saat tim Komisi 3 dan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XV Sulut rehat makan siang di salahsatu rumah makan di Kota Amurang, tiba-tiba Bupati Minsel terpilih, Franky Donny Wongkar, SH muncul.

FDW, sapaan akrab mantan Wakil Bupati Minsel ini, tiba bersama Dekky Jusni Tuwo, SSos yang baru saja dilantik sebagai Kadis PUPR Minsel pada siang itu.

Ketua Komisi, Berty Kapojos pun langsung beranjak dari kursi makan danbbersama para anggota Komisi 3 menjemput FDW.

Kapoyos kemudian memperkenalkan FDW kepada Kepala BPJN XV, Erik Aldrin Singarimbun dan Satker BPJN XV wilayah 1 Sulut, Jimmy Adwang ST, MT. Mereka selanjutnya melakukan pertemuan singkat di salahsatu ruangan.

Dalam dialog singkat itu, FDW mengharapkan agar tidak hanya Jembatan Ranowangko dan Jembatan Ranoyapo yang butuh dilebarkan. “Tapi juga jembatan di Tumpaan,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Kepala BPJN Erik Aldrin menyarankan agar secepatnya dibuatkan proposal, seperti halnya pelebaran Jembatan Ranowangko dan Jembatan Ranoyapo serta ruas jalan dua jalur penghubungnya.

“Pak Kadis tolong dibuatkan proposalnya secepatnya. Semoga bisa direalisasikan lebih cepat,” ujar FDW kepada Dekky Tuwo yang duduk di sebelah kanannya.

Menurut FDW, lahan untuk pelebaran jembatan di kompleks SPBU Tumpaan telah tuntas dibebaskan Pemkab Minsel sejak beberapa tahun lalu.

Khusus lahan pelebaran Jembatan Ranowangko dan Jembatan Ranoyapo, katanya, akan diusahakan tuntas tahun ini.

Sementara itu, Franky Wongkar, SH mengapresiasi kerja kerja BPJN XV dan Komisi 3 DPRD Sulut.

“Saya memang sudah pernah bertemu dan mengusulkan agar pembangunan jalan dua jalur Dalam Kota Amurang ini, termasuk pelebaran jembatan Tumpaan dapat dilanjutkan secepatnya,” kata kepada wartawan di Amurang, seusai pertemuan singkat itu.

Oleh karena itulah, secara pribadi FDW mengungkapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BPJN karena telah menindaklanjuti rencana tersebut.

“Kepada masyarakat, tentu saya sangat mengharapkan dukungan. Tanpa peran serta masyarakat, program dua jalur Dalam Kota mulai dari Tumpaan sampai Amurang ini tidak akan terwujud,” ujar FDW, yang juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan sulut ini.

Penulis: Herly Umbas

 

News Feed