oleh

Danrem Binaiya Resmikan SD Merah Putih, Simron Sebut Masih Kekurangan Guru

Masohi, Fajarmanado.com – Sekolah Dasar (SD) Merah Putih kini hadir di Provinsi Maluku.

SD Merah Putih ini berada di Dusun Siahari, Negeri Maneo, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Keabsahan kehadiran SD Merah Putih ini seiring dengan diresmikannya oleh Danrem 151/Binaiya, Brigjen TNI Arnold A.P. Ritiauw, Sabtu (23/1/2020).

Peresmian yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan gunting pita tersebut dilakukan Danrem Arnold pada hari ke dua kunjungan kerjanya di wilayah Kodim 1502/Masohi.

Setibanya di Dusun Siahari, Negeri Maneo, Danrem Arnold beserta rombongan disambut ucapan selamat datang oleh siswa – siswi SD dan SMP setempat dengan Pengalungan Syal dan Tarian adat Cakalele yang dibawakan oleh masyarakat.

Camat Seram Utara Timur Kobi, Didik Tristi Warso mengucapkan selamat datang kepada Danrem 151/Binaiya.

“Kami sangat berterima kasih kepada pihak TNI AD atas bantuan yang telah diberikan kepada kami yaitu berupa pembangunan sekolah dasar (SD) yang ada di hadapan kita ini,” ujarnya.

Dengan adanya bangunan sekolah baru ini, Didik Tristi Warso berharap murid-murid sekolah ini bisa mendapatkan pendidikan yang lebih baik.

Ia juga mengharapkan agar para pendidik dapat memberikan ilmunya dengan nyaman dengan adanya fasilitas sekolah yang baik.

Camat Didik Tristi Warso kemudian memohon kepada Danrem 151 agar kerjasama antara aparat TNI AD dengan masyarakat tetap terjalin dan dapat ditingkatkan di masa datang.

Baca Juga :  Buka Raker Perpustakaan dan Kearsipan, Ini Pesan Sekprov Kasrul Selang

“Mohon kiranya kepada Bapak Danrem agar dapat membantu juga pembangunan jembatan yang akan menuju ke Mausuane,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dusun Siahari, Simron Hipaana menyatakan bersyukur dengan kehadiran SD Merah Putih di wilayahnya.

“Sebagai kepala dusun, atas nama masyarakat siahari Katong bersyukur karena lewat PT Taspen, lewat TNI membangun lembaga pendidikan 3 ruangan di Dusun Siahari ini,” katanya.

!Sebagai masyarakat Katong semua bersyukur karena di tahun-tahun yang lalu belum ada momen seperti ini,” sambung dia saat diwawancarai wartawan.

Meski demikian, Simron mengungkapkan kekuatirannya karena tenaga guru masih sangat minim.

“Katong bersyukur. Cuman katong yang khawatirkan, gedungnya sudah bagus tetapi tenaga gurunya masih kurang. Jadi yang kami tuntut sekarang ini, (penyediaan) tenaga pendidik,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan bahwa ketersediaan tenaga guru, baik SD maupun SMP masih sangat minim di wilayahnya.

“Jadi beta minta kepada bapak dorang yang berwewenang dalam mengatur pendidikan kalau bisa tenaga guru, karena sekarang ini masih kekosongan. SMP pun juga kekosongan, SD pun juga kekosongan,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi ketersediaan gedung yang representatif. “Bangunannya sudah bagus. Katong bersyukur. Tinggal tenaga gurunya karena tanpa tenaga pendidik maka biarpun gedungnya mewah seperti apa, kalau tanpa tenaga pendidik tidak akan jalan,” kilahnya.

Baca Juga :  Tim Gegana Brimob Gelar Patroli Dialogis

Pada kesempatan itu, Danrem Arnold mengatakan bahwa pihaknya hadir untuk membantu pula pembangunan infrastruktur.  Tak hanya jalan atau jembatan, tetapi juga sekolah.

“Saya datang kesini atas perintah dari Bapak pangdam XVI/Pattimura. Kami TNI AD selalu terlibat dalam kegiatan di masyarakat karena TNI ini dari rakyat untuk rakyat dan kembali ke rakyat,” ujarnya

“Saya sewaktu menjabat Danrem di Gorontalo kaget mendengar berita di Maluku ini masih ada masyarakat yang kelaparan yaitu di Mausuane ini saya kira itu wartawan salah tulis berita tapi ternyata benar. Dan saat ini saya merasa bersyukur karena untuk sekarang sudah di bangun pemukiman oleh pihak TNI AD yang bekerja sama dengan masyarakat,” paparnya.

Danrem Arnold mengungkapkan bahwa dirinya merasa prihatin mendengar kabar di masa yang sudah modern ini masih ada masyarakat yang belum bisa membaca dan menulis.

“Untuk itu saya akan perintahkan kepada Babinsa untuk membantu mengajar. Kami dari pihak TNI AD tidak mempunyai biaya untuk membangun karena keterbatasan anggaran,” paparnya.

Untuk itu, Danrem Arnold berharap pihak Pemda setempat dapat membantu.

“Saya melihat sekolah ini masih belum mempunyai tempat MCK. Untuk itu, saya akan memberikan biaya dan perintahkan Danramil untuk membangunnya,” ucapnya.

Penulis: Kate Mailoa

 

News Feed