oleh

Soal BLT Dana Desa Cair Sampai Desember, Begini Tanggapan Jefry Tangkulung

Tondano, Fajarmanado.com – Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dikabarkan memperpanjang penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa sampai Desember 2020 mendatang.

“Kami belum mendapat petunjuk soal itu,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Kadis PMD) Minahasa, Jefry Tangkulung, SH, MAP, Kamis (17/9/2020).

Dikonfirmasi Fajarmanado.com melalui saluran telepon, Jefry mengatakan dana desa tahun 2020 dari 227 desa di Kabupaten Minahasa, umumnya sudah terserap dalam penyeluran BLT Rp.600 per keluarga selang tiga bulan, yakni Mei-Juli lalu.

“Dan sebagian telah dialokasikan pada pembangunan infrastruktur karena dana desa tahun ini cair lebih awal,” katanya.

Mengenai kemungkinan pengusulan dana tambahan melalui Kemendes PDTT untuk BLT Rp.300 ribu selama enam bulan atau sampai Desember mendatang, Jefry mengatakan tidak atau belum mendapat petunjuk.

“Setahu saya, belum ada (petunjuk). Kalau memang ada, pasti berlaku secara nasional. Tapi sampai sekarang belum ada,” paparnya.

Sebelumnya, Kemendes PDTT merilis bahwa tercatat 550 desa yang tersebar di 33 provinsi yang membutuhkan tambahan anggaran untuk memenuhi penyaluran BLT Dana Desa.

“Kalau BLT disalurkan sampai Desember, ada beberapa desa yang duitnya enggak cukup,” ujar Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (4/8/2020).

Menurutnya, untuk memperpanjang BLT Dana Desa hingga akhir tahun perlu adanya tambahan anggaran sebesar Rp 53.133.600.000. Penambahan anggaran ini telah dibicarakan bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

“Ada kebijakan BLT dari 3 bulan, menjadi 6 bulan, menjadi 9 bulan ada kekurangan Rp 53 miliar,” ungkapnya.

Sejumlah kepala desa (Kades) di Minahasa senada mengungkapkan kebingungan mereka apabila penyaluran BLT Dana Desa diperpanjang enam bulan, meski hanya Rp.300 ribu per bulan.

“Terus terang, plafon dana desa kami sudah kandas. Tidak ada lagi dana sisa, apalagi untuk memenuhi kebutuhan dana BLT sampai bulan Desember mendatang,” ujar beberapa Hukum Tua (Kumtua), sebutan khas Kades di Minahasa secara terpisah.

Mereka juga senada mengharapkan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa menjelaskan secara transparan kepada masyarakat bahwa kebijakan tersebut tak berlaku di Minahasa.

“Setahu kami, tak ada satu pun dari 550 desa di Minahasa yang mendapat tambahan anggaran,” ujar salahsatu Kumtua.

Penulis: Herly Umbas

News Feed