oleh

Soal Status Tanah Makawembeng, Ini 6 Poin Kesepakatan

Tondano, Fajarmanado.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa kembali bersikap terhadap status tanah perkebunan Makawembeng di wilayah Kecamatan Tondano Utara.

Faktanya, Pemkab menggelar Rapat Bersama para pihak terkait dengan lahan perkebunan Makawembeng dan para tokoh masyarakat dari empat kelurahan/desa di Kecamatan Tondano Utara di Aula Mapolres Minahasa, Tondano, Kamis (18/6/2020).

Rapat yang berlangsung dialogis dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Minahasa, Dr. Denny Mangala, MSi, dihadiri Kapolres AKBP Denny Situmorang, SIK dan Dandim 1302 Minahasa, Letkol Inf. Slamet Rahardjo, SSos.

Denny Mangala menjelaskan, Pemkab menginisiasi pertemuan bersama para pihak terkait ini sebagai follow up dari Rapat Fokompimda Minahasa pada Senin, 15 Juni 2020.

Ia mengatakan, Bupati Dr. Ir. Royke Oktavian Roring, MSi menaruh perhatian serius terhadap masalah tanah di kawasan lahan perkebunan Makawembeng.

Persoalan ini sudah beberapa kali dibahas dalam pertemuan untuk mencari solusi. Terakhir, dilakukan pada hari Kamis, 11 Juni 2020, pekan lalu.

“Sudan ada kesepakatan bersama yang ditandatangani oleh semua pihak,” ungkap Mangala.

Namun, karena terjadi permasalahan hari Minggu (14/6/2020), yang menewaskan 1 orang warga Desa Marawas , dan 2 warga Kelurahan Kampung Jawa mengalami luka berat, maka Pemkab kembali bersikap, menggelar rapat Forkopimda dan pertemuan kali ini.

“Setelah mendengarkan harapan dan keinginan perwakilan masyarajat serta arahan dari Kapolres dan Dandim Minahasa, maka telah diputuskan beberapa point penting yang menjadi kesepakatan bersama dalam rapat saat ini,” katanya kepada wartawan seusai pertemuan.

Mangala menyebutkan bahwa ada enam poin penting yang disepakati bersama dalam rapat tersebut.

1. Pemkab dan TNI, Polri akan segera membentuk Tim bersama pemangku kepentingan serta perwakilan tokoh masyarakat untuk mencari solusi penyelesaian masalah tanah tersebut. Target waktu penyelesaian selama 45 hari dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan.

2. Selama masa penyelesaian masalah tanah oleh Tim terpadu tersebut, lokasi perkebunan seputaran Makawembeng, Rombe dan yang terkait dengan masalah ditetapkan sebagai. Status Quo dan tidak diijinkan siapapun untuk melakukan kegiatan di lokasi tersebut.

3. Untuk mengawasi agar tidak ada aktivitas di lokasi tersebut, maka akan dibentuk Tim Pengawasan di bawah Koordinasi Kodim dan Polres Minahasa.

4. Jika ada aparat baik TNI maupun Polri yang terlibat dalam permasalahan tanah tersebut akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

5. Semua pihak akan menahan diri dan akan mensosialisasikan kesepakatan ini kepada masyarakat.

6. Permasalahan yang terjadi hari Minggu adalah murni tindakan kriminal dan para pelaku akan diproses hukum serta tidak ada kaitan dengan masalah agama.

Selesai rapat, para perwakilan tokoh masyarakat dari desa dan kelurahan terkait berbaur dalam silaturahmi yang sejuk dan bahkan saling memahami kondisi yang terjadi.

Mangala mengatkan, Bupati Minahasa sangat berharap agar tetap terjaganya suasana aman dan damai dalam balutan Torang samua Basudara, Torang Samua Ciptaan Tuhan dengan kearifan lokal.

“Yaitu, maleos leosan, ma linga lingaan wo masawang sawangan, betul betul akan teraktualisasi dalam kehidupan sosial masyarakat,” paparnya.

Editor: Herly Umbas

News Feed