Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Lima Tak Terkaver BST, Kumtua Dannie Sebut Dialihkan Terima BLT

Lima Tak Terkaver BST, Kumtua Dannie Sebut Dialihkan Terima BLT
Danny Iroth, SE
Kawangkoan Barat, Fajarmamado.com — Kuota penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) Kemensos di Desa Kanonang Lima, Kecamatan Kawangkoan Barat, Minahasa tak sesuai hasil verifikasi dan validasi (Verval).

“Ada lima keluarga penerima manfaat atau KPM yang tercecer. Terpaksa kali alihkan sebagai penerima BLT Dana Desa,” kata Hukum Tua (Kumtua) Desa Kanonang Lima, Danny Iroth, SE kepada Fajarmanado.com, Jumat (5/6/2020) malam tadi.

Ke lima keluarga yang namanya tak masuk dalam daftar 46 keluarga penerima manfaat (KPM)  BST tersebut telah dimasukkan dalam daftar KPM BLT Dana Desa, yang berjumlah total 81 keluarga.

“Ke 81 keluarga itu sudah menerima BLT Dana Desa tadi, sementara 41 KPM BST sudah menerima dana bansos pemerintah itu pada dua pekan lalu,” ujar Kumtua Danny.

Kolase penyerahan BLT Dana Desa Kanonang Lima yang dihadiri Kadis PMD Minahasa, Jefry Tangkulung dan Kapolsek Kawangkoan, Iptu Anthonius Tumbelaka, Jumat (5/6/2020).

Dengan demikian, total KPM BST dan BLT di Desa Kanonang Lima berjumlah 122 keluarga, sementara KPM Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tercatat sebanyak 47 KPM.

Baca Juga :  Tumani Utara Salurkan BLT dan BST, Sondakh Harap Digunakan Untuk Memenuhi Kebutuhan Hidup

“Jadi, total semua keluarga penerima bansos pemerintah di Desa Kanonang Lima berjumlah 169 dari 196 keluarga. Jadi tinggal 28 keluarga yang tidak menerima bansos pemerintah di tengah pandemi coronavirus disease atau Covid 19,” jelasnya.

Para keluarga yang tidak mendapatkan bansos pemerintah terdampak Covid 19 tersebut, adalah para perangkat desa, ASN dan para pensiunan.

Baca Juga :  13 KPM Mundur, 82 Keluarga Terima BLT Tahap Dua di Desa Kanonang Dua

“Tapi harus saya akui, ternyata masih ada keluarga yang datang mengeluh kenapa mereka tidak masuk dalam daftar penerima BST dan BLT,” ujarnya.

Kumtua Danny tak menampik jika para keluarga tersebut memang layak menerima bansos pemerintah di tengah Covid 19.

“Ini karena human eror. Nama mereka sebetulnya sudah ada, tapi ternyata tidak tercatat dalam daftar usulan penerima BLT,” paparnya.

Pensiuan ASN Dinas Perhubungan Minahasa ini mengungkapkan akan memperjuangkan mereka untuk menerima bansos pemerintah.

“Kabar yang kami terima, lima nama yang tercecer sebagai penerima BST kemungkinan besar akan keluar.menyusul. Kalau benar tinggal dialihkan karena mereka sudah menerima BLT. Kalau pun tidak, akan kami usulkan mereka terima BLT,” papar Kumtua Danny.

Penulis: Herly Umbas

Subscribe

Terima Kasih...Untuk Mendapatkan Informasi Terbaru Silahkan Subscribe

No Responses

Comments are closed.