Kawangkoan Utara, Fajarmanado.com — Di masa situasi ekonomi sulit di tengah pandemi virus corona atau Covid 19, pemerintah desa (pemdes) di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara terkesan berlomba-lomba menyalurkan bahan makanan pokok (Bapok) kepada warganya.
Kebanyakan memberikan paket bapok berupa beras, minyak goreng dan telur ayam. Namun, tambahannya beragam. Ada sabun cair dan mie instant. Tapi, ada juga ayam daging hidup atau daging babi satu sampai dua kilogram per keluarga.
Yang mengejutkan, paket bapok yang disalurkan Pemdes Kiawa Dua Barat, Kecamatan Kawangkoan Utara kepada warganya.
Selain dalam paket bapok berisikan beras 5 kilogram, telur ayam satu baki dan 1 kilogram minyak goreng, ternyata ada pula satu kantong garam dan dua masker setiap orang.
Hukum Tua (Kumtua) Desa Kiawa Dua Barat, Rico Walukow mengaku tak merencanakan garam masuk paket bapok dalam mengjadapi dampak ekonomi pandemi Covid 19.
“Saya sendiri kaget waktu rapat bersama BPD, tokoh masyarakar, tokoh agama dan pemuda waktu menentukan paket bapok pada 22 April lalu. Peserta mengusulkan dan mendukung harus ada garam,” komentarnya saat dikonfirmasi di kediamannya, Kamis (7/5/2020) malam tadi.
Mulanya, Kumtua Rico mengaku bingung, mengapa harus ada garam. Padahal, harga satu bungkus garam sangat murah.
“Belakangan, setelah saya pikir-pikir, ternyata benar. Nasi dan garam saja enak dimakan. Begitu pun ketika orang-orang tua tempo dulu hendak masuk hutan, modal mereka hanya garam,” paparnya seraya melempar senyum.
Soal keluarga penerima bansos pemerintah di Desa Kiawa Dua Barat, Kumtua Rico menyebut berjumlah total 142 dari 195 keluarga.
“Ke 142 keluarga itu, terdiri dari, penerima BLT Dana Desa sebanyak 55, BLT Kemensos atau Bantuan Sosial Tunai 38, PKH 15 dan BPNT 21 orang,” jelasnya.
Apa ada orang atau keluarga yang mengundurkan diri, Kumtua Rico mengatakan, sejauh ini belum ada. “Kita akan lihat besok, pemasangan stiker akan dilanjutkan besok termasuk penandatanganan buku rekening.
Penulis: Maxi Heru

