oleh

Wow..! Dua Mundur, Penerima Bansos Pemerintah di Desa Ini Tembus 200 KK

Kawangkoan Utara, Fajarmanado.com — Penerima Bantuan Sosial (Bansos) pemerintah, baik dari Kemensos maupun Kemendes PDTT bagi terdampak pandemi virus corona atau Covid 19 terkoreksi di hampir di semua 227 desa di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Di Desa Kiawa Satu Barat, Kecamatan Kawangkoan Utara, ternyata ada dua keluarga yang menolak bansos pemerintah ini.

Hukum Tua (Kumtua) Desa Kiawa Satu Barat, Riner Kaunang tak membantah ada dua orang yang masuk daftar penerima bansos pemerintah yang mengundurkan diri.

“Satu penerima Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT, satu lainnya BLT Dana Desa,” katanya ketika dikonfirmasi Fajarmanado.com di Desa Kiawa Satu Barat, Kamis (7/4/2029).

Pasca nama-nama penerima bansos pemerintah diumumkan dua pekan lalu, seorang Lansia yang masuk daftar penerima BLT Dana Desa menolak mendapat bantuan pemerintah terdampak Covid 19.

“Mendapat kabar ini dari kepala jaganya, saya mendatangi dan bertanya langsung kepada ibu itu. Dia menyatakan menolak,” katanya.

Pria mantan aktivis ini kemudia meyakinkan jika ibu berusia di atas 60 tahun itu layak menerima bansos pemerintah melalui program BLT Dana Desa.

“Ibu ini masuk kategori kronis. Setiap minggu harus membeli obat untuk penyakit yang dideritanya, sehingga tidak produktif lagi,” paparnya.

Kumtua Desa Kiawa Satu Barat, Riner Kaunang (masker merah dan kaos bergaris merah putih sesaat setelah memasang stiker keluarga kurang mampu di rumah penduduk, Kamis (7/5/2020).

Namun lansia tersebut bersikukuh menolak. Alasannya, anaknya yang berada di luar daerah melarang menerima BLT.

“Kata ibu itu, anaknya bilang nanti dia akan mengirimkan dana untuk kebutuhan makan dan obatnya setiap bulan. Padahal, bagi saya, ibu ini layak mendapat bantuan,” paparnya.

Satu warga Desa Kiawa Satu Barat yang mengundurkan diri menerima bansos pemerintah lainnya adalah janda berusia 40-an tahun. Ia menolak penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT)  tahun 2020 ini.

“Biar milik anak saya, saya tinggal di rumah layak huni sekarang ini. Soal kebutuhan makan sehari-hari, saya masih kuat berusaha untuk kebutuhan hidup,” kata janda itu, sebagaimana dikutip Kumtua Riner.

Kumtua Riner mengapresiasi sikap ke dua penerima bansos pemerintah ini.

“Kepastian ke dua calon penerima ini semakin pasti saat kami hendak memasang stiker keluarga tidak mampu di rumah-rumah calon penerima bansos PKH, BPNT, BST dan BLT Dana Desa tadi,” katanya.

Kumtua Riner Kaunang mengatakan, menghadapi dampak sosial ekonomi pandemi virus corona atau Covid 19 saat ini, bansos pemerintah menyasar 200 dari total 312 kepala keluarga (KK) di Desa Kiawa Satu Barat.

“Mereka terdiri dari penerima BPNT 36 orang, PKH 23 orang, BST 50 orang dan 91 keluarga penerima BLT dari dana desa,” jelasnya.

Mengacu dari pagu dana desa 2020, Desa Kiawa Satu Barat nyaris menghabiskan 20 persen dari total Rp700 lebih dana desa untuk BLT yang bernilai Rp1,8 juta setiap penerima,  yang diserahkan Rp600 ribu per bulan.

“Prinsip saya, bagaimana masyarakat terdampak bisa melewati masa sulit pandemi virus corona sekarang ini. Kalau soal pekerjaan infrastruktur, boleh ditangguhkan tapi kebutuhan perut masyarakatlah yang utama,” papar Kumtua Riner Kaunang.

Penulis: Maxi Heru

News Feed