oleh

Buka Hari Pentakosta PGPI, Menag Lukman Hakim Sosialisasikan Moderisasi Agama

Manado, Fajarmanado.com — Menteri Agama (Menag), Lukman  Hakim Saifuddin mensosialisakan moderanisasi agama  di Manado, Sulawesi Utara, Selasa (11/6/2019).

Sosialisasi dilakukan Menag Lukman Hakim ketika membuka acara Perayaan hari Pentakosta Nasional Persekutuan Gereja-Gereja Pantekosta Indonesia (PGPI), di Pantecostal Center, Bengkol, Tuminting.

Menag Lukman Hakim menegaskan, harus dipahami agama hakekatnya moderat atau tidak ekstrim.

Tuhan menurunkan agama untuk manusia, maka harus pahami agama dengan benar jangan terjerumus pada pemahaman yang berlebihan.

“Waspadai esktrimitas, Pahami dan amalkan nilai agama, jaga dengan baik dalam jalur moderat, tidak ke kiri dan ke kanan,” tandasnya.

“Sehebat apapun ilmu kita dibidang apapun , tapi tidak dibekali pemahaman agama yang moderat serta terlalu ekstrim akan menjadi kontraduktif dalam kehidupan masyarakat,” sambung Menag.

Ia menegaskan, semua organisasi agama harus mempunyai pemahaman sama dengan menghindari pemahaman ekstrim.

Untuk itu, Menag Lukman Hakim mengajak masyarakat untuj terus bumikan nilai agama dengan pendekatan hati penuh rasa.

“Penuhilah kehidupan dan media sosial dengan hal positif, gunakan akal sehat. Miliki empati, toleransi, mau dan mampu saling menghormati perbedaan. Jadilah teladan untuk saling menopang bagi sesama,” paparnya.

Menag Lukman Hakim selanjutnya mengajak kepada seluruh umat Kristiani dan masyarakat di Sulut untuk terus merawat keberagaman dan kehidupan harmonis antar sesama demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

“Syukur saya bisa hadir dalam kegiatan ini, secara langsung ingin manyampaikan terima kasih sebesarnya kepada PGPI yang telah meningkatkan kualitas agama dan iman umat Kristen di Indonesia,” ujarnya.

Menag Lukman Hakim mengajak PGPI agar  terus  membantu pemerintah dalam mengaktulisasikan nilai agama, meningkatkan harkat dan martabat manusia.

Karena itulah, umat Kristiani harus terus bersyukur  dalam momentum merayakan hari Pentakosta nasional dimana gerakan Pentakosta merupakan misi baik berkembang menaungi 83 sinode gereja demi menjaga keutuhan NKRI.

“Nilai  Keagaman, kemanusiaan dan kebangsaan yang dibangun oleh anggota PGPI sesuai untuk merespon suasana global. Penting merawat keberagaman, mari terus jaga bersama, PGPI berada di garda terdepan untuk menjaga NKRI, saling membimbing menuju jalan kedamaian,” ujar Menteri.

Menag pun berterima kasih Pimpinan PGPI yang memberi diri dengan sungguh untuk meneduhkan setiap situasi kehidupan dalam masyarakat yang begitu beragam.

“Semua umat harus saling mencintai bukan membenci, teruslah tebarkan kasih yang menjunjung tinggi harkat dan martabat. Gunakan media sosial dengan bijak, menggunakan akhlak,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulut (Wagub Sulut), Drs. Steven Kandouw menyampaikan kepada Menteri Agama bahwa  Sulut  selalu kondusif, harmoni, Roh Kudus Selalu Hadir menjaga daerah Nyiur Melambai ini.

Menurutnya, Gubernur Olly Dondokambey selalu berusaha menciptakan kehidupan harmonis antar umat.

Gubernur Olly, lanjutnya, memberikan perhatian khusus dengan memberi asuransi kecelakaan dan kematian bagi tokoh-tokoh religi di Sulut.

Wagub Kandouw juga menyampaikan terima kasih atas sumbangan pikiran dari PGPI yang sangat bermanfaat bagi Sulut untuk menciptakan kehidupan yang damai.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua umum PGPI, Pendeta Jacob Nahuway, Dirjen Bimas Kristen Kementrian Agama RI, ketua sinode GPDI Pendeta Ivonne Awuy, para anggota PGPI se Indonesia.

Penulis: Herly Umbas

News Feed