Jakarta, Fajarmanado.com – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengingatkan, untuk memberangus aktivitas ilegal fishing harus ada kerjasama yang harmonis antarinstansi terkait.
Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Satgas 115), katanya, harus meningkatkan koordinasi dengan Polisi, TNI, Bakamla, Kejaksaan, dan Kementerian Kelautan Perikanan.
“Kalau tetap koordinasi dan konsolidasi, mempunyai sikap yang sama penegakan hukum, IUU Fishing akan kita selesaikan dengan tegas dan konsisten. Kita tidak akan berikan ruang untuk mereka kembali ke Indonesia,” katanya saat membuka Rakornas Satgas 115 di di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Senin (10/7/2017), siang tadi.
Rakornas yang ikut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Utara Wagub Sulut Drs Steven OE tersebut, juga dihadiri para kepala daerah di tanah air. Rakornas dijadwalkan berlangsung sampai Rabu (12/07/2017), besok.
Menteri Susi mengingatkan, kesalahan pengelolaan laut Indonesia yang terjadi beberapa waktu lalu tidak boleh kembali terulang. Untuk itu, katanya, dirinya tegas membasmi praktik pencurian ikan atau illegal, unreported, unregulated fishing (IUU Fishing) di Indonesia yang dilakukan kebanyakan oleh kapal-kapal asing.
Maraknya praktik illegal fishing sebelum Susi menjabat, membuat stok ikan nasional mengalami penurunan drastis. Namun, tak lama berselang stok ikan nasional di tahun ini mencapai 12,5 juta ton dibandingkan di 2013 sebesar 6,5 juta ton.
“Kesalahan manajemen terjadi berpuluh tahun, terutama dua dekade terakhir, banyaknya ribuan kapal asing mencuri di laut kita secara ilegal,” katanya.
Di sisi lain, lanjut dia, maraknya pemberantasan illegal fishing, konsumsi ikan nasional mengalami peningkatan yang cukup nyata. Di dalam negeri mengalami peningkatan hingga 43 kilogram per kapita per tahun di 2016, dari sebelumnya hanya 36 kilogram per kapita per tahun.
Kenaikan konsumsi ikan ini mengindikasikan potensi ikan di laut Indonesia semakin melimpah. “Kenaikan konsumsi ikan 7 kilogram per kapita per tahun dan angka impor turun 80%. Ada peningkatan hasil tangkapan daripada nelayan atau pengusaha kapal Indonesia,” jelas menteri wanita yang dikenal fenomenal ini.
Penulis/Editor : Herly Umbas

