Ratahan, Fajarmanado.com – Sejumlah kader partai salah satu Parpol beserta hukum tua yang berangkat dalam kontingen Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan ke XV di Banda Aceh yang menghiasi postingan di media sosial, menjadi sorotan sejumlah petani di Minahasa Tenggara.
Seperti yang diutarakan salah seorang petani asal Touluaan Moddy Datu, dirinya mempertanyakan keikut sertaan kader salah satu Porpol yang berangkat dalam kontingen tersebut. “Yang menjadi pertanyaan saya, keikutsertaan mereka dalam kontingen tersebut tugas dan fungsinya apa?, saya lihat di media sosial, justru mereka hanya berselfi ria di Aceh,” terangnya, Kamis (4/5/2017).
Lanjutnya, saya lihat juga dalam Medsos ada beberapa hukum tua yang berangkat dalam kontingen ke aceh. “Hukum tua juga ikut-ikutan berangkat, padahal mereka justru harus lebih fokus dalam pengurusan pencairan Dana Desa,” ujarnya.
Menurunya, seharusnya kontengen yang berangkat harus melibatkan penyuluh pertanian dan perikanan. sebab merekalah sebenarnya ujung tombak di lapangan yang berhubungan langsung dengan para petani. “Harusnya para penyuluh pertanian dan perikanan yang dilibatkan pada Penas Petani Nelayan ke XV tahun 2017 di Aceh, agar keikut sertaan kontingen Mitra bukan hanya sekedar seremoni saja,” tegasnya.
Sementara, Asisten II selaku ketua tim kontingen Penas Aceh Drs Robby Ngongoloy MSi saat dikonfirmasi mengatakan, semua kontingen sudah ada keterwakilannya, termasuk dari penyuluh di Pertanian dan Perikanan dan instansi terkait. Soal perngurus partai dan kumtua itu hanya kebetulan mereka pengurus partai, namun mereka juga sebagai pengurus di KTNA Mitra. “Mereka itu kami sudah lihat daftarnya sebagai pengurus KTNA Mitra,” tandas Ngongoloy.
Diketahui, tim kontingen Penas sebanyak 109 orang, terdiri dari petani perikanan 79 pendamping 30 orang, mengikuti 27 kegiatan baik perikanan maupun pertanian.
(geri)
