Sejarah Paralympic Games dan Pekan Paralympic Nasional (PEPARNAS)
Paralympic Games © Sportscaster Magazine

Sejarah Paralympic Games dan Pekan Paralympic Nasional (PEPARNAS)

SEJARAH SINGKAT NPC INDONESIA (NATIONAL PARALYMPIC COMMITTEE OF INDONESIA)[irp]
  1. Organisasi ini didirikan di Surakarta tanggal 31 Oktober 1962 yang pertama kali bernama Yayasan Pembina Olahraga Cacat (YPOC) dan terus ada serta berlangsung untuk waktu yang tidak terbatas.
  2. Berdasarkan atas saran Pengurus KONI Pusat, Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Menteri Sosial RI dan pihak-pihak terkait maka YPOC perlu ditingkatkan kedudukannya menjadi Organisasi Payung Olahraga Cacat Indonesia dengan terlebih dahulu mengubah status Yayasan menjadi organisasi sosial kemasyarakatan.
  3. Dalam Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas YPOC ke VII tanggal 31 Oktober sampai dengan 1 November 1993 di Yogyakarta, maka wadah tersebut kemudian ditetapkan dengan nama baru yaitu Badan Pembina Olahraga Cacat Indonesia (BPOC) sebagai kelanjutan dari YPOC.
  4. Dalam Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas) X BPOC tanggal 18 – 20 November 2008 di Surakarta, atas saran Menteri Pemuda dan Olahraga RI serta mengikuti aturan lembaga-lembaga Paralympic Regional dan Internasional, maka BPOC perlu ditingkatkan eksistensi dan kedudukannya bahwa BPOC tingkat Pusat merupakan National Paralympic Committee (NPC) sehingga disebut BPOC dan atau NPC Indonesia.
  5. Dalam Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa tanggal 28 Juli 2010 di Surakarta dilakukan perubahan nama dari BPOC yang dulunya YPOC berubah nama menjadi NPC of Indonesia, karena mengikuti regulasi Internasional, tidak diperkenankan menggunakan istilah cacat.
  6. Visi : Terwujudnya kesetaraan dan keseimbangan pembinaan olahraga penyandang cacat (paralympian)
  7. Misi :
    • Mengatur dan memberikan bimbingan dalam pelaksanaan pelatihan olahraga penyandang cacat (paralympic).
    • Mengusahakan dan mengatur pembiayaan kegiatan olahraga penyandang cacat (paralympic).
    • Mengatur kegiatan olahraga penyandang cacat (paralympic) baik ditingkat daerah, nasional maupun Internasional.
    • Mengusahakan peningkatan prestasi, kesejahteraan dan pendidikan atlet.
  8. Tujuan :
    • Membentuk watak kepribadian penyandang cacat (paralympic) Indonesia yang mencintai nilai kemanusiaan, kejujuran dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa.
    • Mewadahi penyandang cacat (paralympic) Indonesia untuk berperan serta dalam pembangunan Nasional melalui kegiatan olahraga.
    • Mewujudkan dunia olahraga bagi penyandang cacat (paralympic) agar lebih maju, berkeadilan, bermartabat dan sejajar dengan keberadaan olahraga pada umumnya.
    • Memupuk kesatuan dan Persatuan Bangsa Indonesia serta menjalin persahabatan antar bangsa.
    • Mengharumkan nama Indonesia melalui pencapaian prestasi olahraga penyandang cacat (paralympian) ditingkat Internasional.
    • Memperkuat gerakan perjuangan untuk mewujudkan kesamaan hak dan kesempatan bagi penyandang cacat (paralympic) dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan melalui olahraga.[irp]
Keanggotaan NPC Indonesia pada organisasi Internasional :
  1. Anggota Asean Para Sports Federation (APSF) di Tingkat Asia Tenggara.
  2. Anggota Asian Paralympic Committee (APC) di Tingkat Asia.
  3. Anggota International Paralympic Committee (IPC) untuk Tingkat Dunia.
Keanggotaan Organisasi Badan Olahraga berdasarkan Jenis Kecacatan :
  1. International Sports Organization for the Disabled (ISOD).
  2. International Blind Sports Association (IBSA).
  3. Cerebral Palsy International Sports and Recreation Association (CP-ISRA).
  4. International Stoke Mandeville Wheelchair Sports Federation (ISMWSF).
  5. Committee International des Sports des Sourds (CISS).
  6. International Sports Federation for Persons with Mental Handicap (INAS-FMH).
Pertandingan Multi Events Olahraga bagi Kaum Defabel (Paralimpian) :
  1. Ajang pertandingan Olahraga penyandang cacat (paralympic) untuk tingkat dunia disebut Paralympic Games yang berlangsung dan diselenggarakan bersamaan dengan penyelenggaraan Olimpiade.
  2. Ajang pertandingan Olahraga penyandang cacat (paralympic) untuk tingkat Asia disebut Asian Para Games yang berlangsung dan diselenggarakan bersamaan dengan penyelenggaraan Asian Games.
  3. Ajang pertandingan Olahraga penyandang cacat (paralympic) untuk tingkat Kawasan Asia Tenggara disebut Asean Para Games yang berlangsung dan diselenggarakan bersamaan dengan penyelenggaraan Sea Games.
  4. Ajang Pertandingan Olahraga penyandang cacat (paralympic) untuk tingkat Nasional di Indonesia disebut Pekan Paralympic Nasional (PEPARNAS) yang berlangsung dan diselenggarakan bersamaan dengan Pekan Olahraga Nasional (PON).
  5. Ajang Pertandingan Olahraga Cacat untuk tingkat provinsi disebut Pekan Paralympic Provinsi (PEPARPROV) yang berlangsung dan diselenggarakan bersamaan dengan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) tingkat Provinsi.
  6. Ajang Pertandingan Olahraga Cacat untuk tingkat Kabupaten/Kota disebut Pekan Paralympic Kabupaten/Kota (PEPARKAB/PEPARKOT) yang berlangsung dan diselenggarakan bersamaan dengan Pekan Olahraga Kabupaten/Kota (PORKAB/PORKOT). Next >> Sejarah Singkat Peparnas