SEJARAH PARALYMPIC GAMES
Ludwig Guttmann (ahli bedah saraf & ahli ilmu mengenai syaraf) datang ke Negara Inggris dari Negara Jerman, diperintahkan menjadi director pada bagian yang menangani cedera tulang belakang di rumah sakit Stoke Mandeville. Pada saat itu, tak seorangpun tahu, apa yang harus dilakukan terhadap veteran – veteran perang yang sakit dan menderita cacat tubuh. Tidak lama kemudian metode penanganan rehabilitasi secara traditional dilakukan, penanganan melalui pendekatan psychologi sangat diperlukan untuk para tentara dan orang-orang korban perang tersebut.
Sir Ludwig Guttman kemudian mendirikan pusat penanganan orang-orang cacat di Rumah Sakit Mandevile pada tahun 1944. Ia adalah seorang yang jenius yang memikirkan bagaimana sports/olahraga menjadi bagian yang integral dari sebuah perlakuan,untuk merehabilitasi pasien yang menderita cacat tubuh. Setiap hari ia melakukan observasi terhadap para tentara yang sedang sakit yang berbaring di tempat tidur tanpa bergerak, tentara-tentara tersebut merasa putus asa. Kemudian ia meminta kepada para perawat untuk memindahkan para pasien. Ia menyatakan bahwa mereka dapat bergerak, mulai dari melempar bola yang seukuran dengan bola tenis dan menyuruh kepada mereka untuk menangkap dan melemparkannya kembali. Sir Ludwig Guttman mengatakan bahwa mereka dapat melakukan aktivitas seperti orang lain dan kemudian membentuk kelas untuk rekreasi.[irp]
Aktivitas yang bersifat rekresi tersebut dibentuk di Rumah Sakit Mandaville. Sir Ludwig Guttman membentuk Pertandingan olahraga yang pertama kali adalah Stoke Mandeville Games pada tahun 1948. Cabang Olahraga yang pertama adalah (memanah) archery. Kemudian secara bertahap atletik, bola basket, anggar, snooker, tennis meja & renang. Dan mulai menuju pertandingan international dengan peserta dari belanda pada tahun 1954.
Kemudian pada tahun1960 di Roma, Pertama kali Stoke Mandeville games atau merupakan awal titik balik dari paralympic games di bentuk. Pada tahun 1988 paralympic games diselenggarakan dikota yang sama dengan olympic game, yang dimulai dari penyelelenggaraan olympipic Games di Seoul, Korea Selatan. Pada tahun 2001 terjadi kesepakatan atau MOU antara IPC & IOC- yang menyatakan bahwa Kota tempat penyelenggaraan untuk Olympics Games harus digunakan juga untuk Paralympics Games, kesepakatan tersebut terjalin hingga sekarang ini, pada tahun 2012 saat diselenggarakan Olympics Games di London Inggris ditempat yang sama juga diselenggarakan Paralympics Games, hal tersebut juga akan dilaksanakan juga pada waktu penyelenggaraan Olympics Games dan Paralympics Games 2016 di Rio de Janeiro Brazil.[irp]
Melihat dari asal usul katanya, paralympic games berarti parallel (setara/sejajar) dengan Olympic Games, dan bukan berasal dari kata paraplegia atau paralysis. Makna dari kesetaraan ini salah satunya adalah adanya kesamaan hak antara olahragawan defabel (paralimpian) dengan olahragawa orang normal dalam melaksanakan dan menyelenggarakan suatu kejuaraan multi events olahraga dalam segala aspek yang menyertainya.
Moto olimpiade adalah Citus, altius, Fortius. Sedangkan moto asli paralympic adalah Mind, Body, Spirit. Belakang moto paralympic ini berubah menjadi Spirit in Motion. Kedua moto tersebut mengandung arti “Menampilkan (prestasi olahraga) sebanyak apa yang dapat mereka lakukan” (Chien, 2003). Paralympic games ini adalah pertandingan olahraga bagi para penyandang cacat dari semua jenis klasifikasi kecacatan.
Ditingkat International disebut dengan istilah Paralympic Games, ditingkat Asia disebut dengan istilah Asian Para Games, ditingkat Asia Tenggara disebut dengan istilah Asean Para Games, dan ditingkat Nasional disebut dengan istilah Peparnas (Pekan Paralympic Nasional), bahkan sekarang ini penyelenggaraan multi events tersebut selalu diselenggarakan dengan kesetaraan juga, artinya setiap diselenggarakan multi events Olympic Games harus juga diselenggarakan Paralympic Games, ditempat yang sama dan juga menggunakan venues yang sama juga.[irp]
Bahkan sekarang ini ada istilah yang menyatakan “Elite Sport” di dunia, salah satu yang termasuk dalam elite sports tersebut yaitu Olympic Games, FIFA WORLD CHAMPION, dan Paralympic Games. IPC (International Paralympic Committe), The International Paralympic Committee (IPC) merupakan organisasi dunia yang memayungi kegiatan olahraga penyandang cacat (paralympian ) (gerakan paralympic). IPC menyelenggarakan event olahraga Paralympic Musim Panas dan Paralympic Musim Dingin. IPC memiliki komitmen mendampingi atlet penyandang cacat (paralympic), atau disebut “paralympian” untuk mencapai prestasi olahraga dan membuka kesempatan berolahraga kepada atlet penyandang cacat (paralympic) dari tingkat pemula sampai tingkat elit. Disamping itu, IPC bertujuan mengangkat nilai-nilai paralympic yakni keberanian, tekad inspirasi dan persamaan. IPC didirikan pada tanggal 22 September 1989 di Dusseldorft, Jerman. IPC merupakan organisasi Internasional non-profit yang beranggotakan 162 National Paralympic Committee (NPC). Kantor pusat dan tim manajemen berlokasi di Bonn, Jerman. Next >> Sejarah Singkat NPC Indonesia

