oleh

Kumtua Jarang Masuk Kantor, BPD Sambangi BPMPD

Amurang, Fajarmanado.com – Pasca pemilihan hukum tua (Pilhut), oknum   Pejabat Hukum Tua Desa Kilometer Tiga Kecamatan Amurang,  Robert N Karinda, SSos mendapat sorotan masyarakat.

Karinda ditunding jarang masuk kantor tapi lebih banyak berada di berada di BPMPD Minahasa Selatan (Minsel). Masyarakat pun melakukan aksi protes, Selasa (28/9).

Tak kurang15 warga yang dipimpin Ketua BPD Marthen Pattyranie, didampingi Sekretaris Ineke Aleng Aluy, anggota Marlon Warbung menjambangi Kantor BPMPD Minsel. Mereka diterimaKepala BPMPD Drs Benny Lumingkewas.

‘’Kedatangan kami, pertama ingin mempertanyakan kinerja Penjabat Hukum Tua Kilometer Tiga Robert N Karinda, SSo karena belakangan ini jarang berada di desa,” kata Pattyranie.

Karinda, lanjut dia, nyaris tidak muncul di desa mereka pasca Pilhut akhir Agustus lalu. Kalau pun muncul, dia hanya berada di kubu mantan Hukum Tua sebelumnya.

“Banyak warga yang tidak berhasil bertemu dengan pejabat kumtua kami, karena kalau pun muncul di desa terkesan diam-diam atau hanya sebentar,” sambung Ineke Aleng Aluy.

Selain itu, mereka mengeluhkan sikap oknum pejabat kumtua tua yang tidak konsisten dengan keputusan rapat bersama BPD dan masyarakat. Mereka menunjuk kesepakatan mengutus bendahara desa mengikuti  Bimtek bersama dengan 49 Penjabat Hukum Tua se Minsel lainnya di Batam dan Singapura beberapa waktu lalu.

Mereka juga meminta ketegasan Kepala BPMPD Minsel, Drs Benny Lumingkewas soal penggunaanalokasi dana desa (ADD).

“Karena jumlah total ADD yang diterima pemerintah desa Kilometer Tiga hanya digunakan untuk membiayaan bimtek dan pelatihan saja. Apakah, ADD tidak bisa membiayai pembangunan desa,’’ tanya Franky Tumanken, dibenarkan Donny Ulaan dan Jansen Lelengboto.

Kepala BPMPD Drs Benny Lumingkewas langsung mengklarifikasi soal bendahara desa yang akan ikut Bimtek di Batam dan Singapura.

‘’Kalau soal keikutsertaan bendahara, saya jamin itu tidak akan terjadi. Saya dengar bendahara telah membuat paspor, tetapi apabila dia berangkat bersama dengan 49 penjabat kumtua, saya tidak ijinkan karena melanggar aturan,” ungkapnya.

Menurut Lumingkewas, apabila penjabat kumtua Robert N Karinda SSos bisa merekomendasikan bendahara BPD untuk mengikuti Bimtek,  itu tidak benar.

Namun demikian, soal kinerja oknum pejabat kumtua, lanjut Lumingkewas, akan ditindaklanjuti. ‘’Bahkan, saya akan panggil oknum kumtua untuk minta klarifikasi. Catat, bahwa kami akan bertindak sesuai komitmen dan aspirasi rakyat akan dilakukan dengan baik,’’ tegasnya.

Ditempat terpisah, Penjabat Hukum Tua Desa Kilometer Tiga Robert N Karinda, SSos tidak menampik jika dia jarang berada di Kilometer Tiga.

‘’Dalam seminggu, memang saya hanya 2 kali berada di Kilometer Tiga. Bahkan, hanya sekira 1 sampai 2 jam berada desa, beristirahat di kantor atau pergi ke rumah perangkat desa,” katanya enteng.

(andries)

News Feed