oleh

Masloman : Soal Jembatan Sampiri, Ada Apa Kejari Minut…?

Fajarmanado.com-Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa Utara yang sementara menangani kasus proyek pembangunan jembatan Sampiri di Desa Sampiri Kecamatan Airmadidi Minahasa Utara (Minut) dengan banderol Rp1.136.000.000.

Sayangnya kinerja pihak Kejari Minut mendapat protes dari beberapa elemen masyarakat Minut, terkait penggeledahan ruang kerja Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang ditenggarai tanpa surat penggeledahan dari Pengadilan Negeri (PN) Minut.

Ketua Barisan Rakyat Anti Korupsi (Barak) Sulut Fernando Masloman mengatakan, mengapa harus melakukan penggeledahan, khan bisa minta secara baik-baik, lagipula masih banyak temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI di Minut, yang nominalnya masih diatas Jembatan Sampiri, ada apa sebenarnya Kejari Minut..?,”ungkap Masloman.

Sementara itu, Bupati Minahasa Utara Vonie Panambunan angkat bicara mengenai penggeledahan di Kantor Dinas PU Minut, dirinya kaget mendengar pengakuan Kepala Dinas PU Minut yang menyebut ada 13 paket proyek milik Kejari Minut.  “Ada 13 proyek yang dipegang Kejari Minut. Semua proyek itu tidak ada yang dilidik, padahal belum semua rampung. Giliran jembatan Sampiri, malah ditangani seperti ini” tutur Panambunan menirukan pengakuan oknum Kadis PU.

“Saya kaget dengar informasi itu. Namun kebenarannya, saya masih akan cek lagi, di SKPD mana saja ada 13 proyek. Semoga tidak benar demikian, karena kejaksaan yang saya tahu, tidak boleh menjadi ‘kontraktor’ proyek,” ungkap Bupati.

Sementara itu,  Kajari Minut Agus Sirait SH MH saat dikonfirmasi membantah adanya pekerjaan 13 paket proyek. Kami menantang Pemkab Minut untuk membuktikan 13 paket dikerjakan Kejari Minut. “Kejaksaan menantang Pemkab Minut untuk membuktikan bahwa 13 paket proyek ini dikerjakan oleh Kejari Minut, silahkan tunjukan dokumen mana yang menunjukan pengerjaan 13 paket proyek ini,” terang Sirait.

(van)

News Feed