oleh

Rosa Terpilih Ketua PG Minsel, Meubel DPRD Dibakar

AMURANG, FAJARMANADO.com — Kisruh di tubuh Partai Golkar (PG) Minsel terus berlanjut pasca pengalihan kendali Ketua DPD II dari Jenny Johana Tumbuan (JJT) kepada Drs. Robby Sangkoy, MPd (Rosa) awal November ini.

Setelah JJT terpilih kembali secara aklamasi melalui Musda III yang digelar kubunya diSekretariat DPD PG, Jln Trans Sulawesi, Kelurahan Uwuran Satu, Amurang pada 18 November lalu, dianggap illegal karena tidak ada restu DPD I Sulut, kubu Rosa menggelar Musda yang sama di Desa Ritey Kecamatan Tenga, Jumat (27/11/2015).

Hasil musda yang direstui DPD PG Sulut tersebut, secara aklamasi menunjuk Rosa sebagai ketua, didampingi Sekretaris HN Purukan dan Bendahara Jan Joppy Mongkareng.

Pelaksanaan Musda tersebut mendapat reaksi keras dari massa pendukung dan simpatisan JJT sehingga Polres. Mereka memaksa masuk Desa Ritey untuk menuju BPU (Balai Pertemuan Umum), tempat pelaksanaan musda tersebut. Upaya massa JJT tak berhasil karena dihalau petugas polsek setempat, yang mendapat dukungan penuh satuan dari Polres Minsel.

Kapolres Minsel, AKBP Benny Bawensel, SIK, MH, yang memimpin langsung kegiatan pengamanan, terlihat sibuk melakukan koordinasi pengamanan,  serta memberikan an himbauan-himbauan kepada massa simpatisan JJT sebagai upaya untuk menetralisir dan meminimalisir situasi yang dapat menimbulkan potensi konflik.

Usai musda, sekitar pukul 14.00 Wita, sekelompok orang yang diduga sebagai simpatisan JJT dilaporkan mendatangi Kantor DPRD Minsel, yang letaknya tak terlalu jauh dari lokasi musda.

Mereka yang sebagian besar mengenakan atribut serba hitam menemui dan bertanya kepada Sekretaris DPRD Lucky Tampi lokasi ruang komisi II, tempat di mana Rosa berkantor. Melihat gelagat kelompok tersebut, Tampi berusaha melarang, tapi tidak menggubris, kemudian ramai-ramai menuju lantai II, di mana Rosa berkantor.

Tak lama berselang, tiba-tiba meja kursi berjatuhan di halaman depan kantor. Selain menghancurkannya, mereka pun sempat membakar beberapa bagian meubel yang terbuat dari kayu-kayuan tersebut.

Dikonfirmasi soal itu, JJT mengaku tidak tahu menahu dengan tindakan kriminal tersebut. “Saya tidak pernah menyuruh mereka melakukan apapun karena apa yang dirusak adalah asset kita. Jadi, itu di luar tanggung jawab saya,” katanya.

Pemerhati sosial Minsel, Drs. Ferry Muhede mendesak pihak secretariat DPRD melaporkan tindakan perusakan asset negara tersebut kepada kepolisian.

“Tindakan seperti ini jangan dibiarkan dan akan menjadi preseden buruk. Kalau dibiarkan, saya kuatir hal yang sama dengan gampang terjadi lagi,” katanya.

(andries pattyranie)

News Feed