oleh

Soal Tambang di Boltim, Polda Akan Periksa Kembali Jacko

Manado, fajarmanado.com — Manado-Akibat merusak lahan warga Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Jackson Kumaat (Jacko), owner PT BPR (Boltim Primanusa Resources) dipastikan akan kembali diperiksa penyidik Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polda Sulut.

“Kita akan kembali melakukan pemeriksaan kepada Jackson Kumaat. Karena dalam kasus ini dia (Jacko, red) dinilai bertanggung jawab. Mengingat, PT Boltim Primanusa Resources milik Jacko,” terang salah satu sumber resmi kepada wartawan di Mapolda Sulut, Rabu (18/11/2015).

Sumber yang enggan disebutkan namanya ini, mengatakan, dalam kasus dugaan tambang illegal di Kabupaten Boltim, penyidik masih sementara melakukan pemeriksaan saksi serta dokumen milik Jacko.

“Kita masih menyelidiki izin-izin serta keterangan dari sejumlah saksi. Setelah itu akan kita gelar. Nantinya dalam gelar perkara sebentar, kita akan memastikan kasus itu akan naik sidik atau dihentikan,” terang sumber sembari menambahkan jika kasus dugaan tambang illegal milik Jasko berpeluang ditingkatkan ke tahap sidik.

Jacko yang dikenal sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Utara (Sulut), Senin (16/11/2015) siang, sekitar pukul 12.30 Wita, diperiksa penyidik Tipiter Polda Sulut.

Dalam pemeriksaan tersebut, sejumlah dokumen milik tambang yang diduga illegal telah diserahkan Jackson kepada penyidik. Sayangnya, Jakson Kumaat yang mendekam selama kurang lebih setengah jam di ruang Tipiter Polda Sulut, memilih bungkam dan tidak memberikan komentar lebih ketika dicecer sejumlah pertanyaan soal kasus tambang miliknya.

 “Nanti dulu. Nda usah. Saya no comment,” kata Jacko, yang ketika itu mengenakan kemeja putih biru dipadu celana hitam, lantas buru-buru  berlalu meninggalkan wartawan.

Kasubdit Tipiter Polda Sulut, AKBP Arya Perdana ketika dikonfirmasi tak menepis jika kehadiran Ketua KNPI Sulut itu, terkait tambang illegal di Kabupaten Boltim.  AKBP Arya, menjelaskan, dalam kasus tambang illegal tersebut, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang dianggap bertanggungjawab.

 “Sudah ada tiga saksi yang kita periksa. Yakni, saksi sangadi dan pelapornya. Kasus ini dilaporkan warga. Soal ekspolitasi. Kita masih dalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi yang dianggap bertanggungjawab,” katanya.

Dari data yang diperoleh, kasus tambang illegal milik Jacko pernah dilaporkan masyarakat Boltim ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Manado karena dinilai merusak lingkungan. Dalam investigasi yang dilakukan LBH, perusahaan tambang miliknya tersebut hanya diberikan izin eksplorasi oleh Bupati Sehan Lanjar, bukan izin eksploitasi.

(corr)

News Feed