Manado, Fajarmamado.com — Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey, SE mengajak semua elemen masyarakat Sulut untuk bersama secara tegas menolak penyebaran berita bohong atau saat ini dikenal dengan istilah Hoax.
Gubernur Olly menyatakan hoax harus dihindari oleh segenap elemen warga karena sangat menyesatkan dan bisa memecahbelah persatuan dan kesatuan bangsa, termasuk kerukunan yang sudah terjalin baik selama inji
Hal tersebut disampaikan Gubernur Olly saat melakukan safari kunjungan ke tiga Gereja GMIM di Kabupaten Minahasa, Minggu (25?3/3028). Ke tiga gereja yang disambangi Gubernur dan rombongan pejabat Pemprov Sulut selang pahi hingga petang tadi tersebut, yakni Gereja Sentrum Efrata Sonder, Gereja Sentrum Tondano dan Gereja Nasareth Touliang.
Olly mengharapkan masyarakat cakap dalam menghadapi segala bentuk berita yang sangat cepat tersebar, dalam kehidupan bermasyarakat maupun berita yang ada di media sosial.
Gubernur pun mengajak semua masyarakat mengikuti apa yang dilakukannya selama 12 tahun menjadi politikus, dimana begitu banyak berita bohong dan fitnah dilayangkan pihak tidak jelas bagi dirinya, namun dia tetap bersabar dan tidak membalas mereka yang menyebarkab berita bohong tersebut,” ujarnya.
“Selama 12 tahun banyak sekali berita bohong dilayangkan pada saya, itu merupakan resiko sebagai politikus, namun saya tetap sabar menghadapi hal tersebut, tidak membalas, berkati saja mereka yang menyebar fitnah, terus berbuat baik,” ujar Olly yang dikenal pula sebagai Bendahara DPP PDI Perjuangan ini.
Dengan menolak berita hoax, lanjutnya, kehidupan damai antar sesama masyarakat dapat terus terjaga di Sulut. Khususnya di daerah Minahasa yang akan menghadapi Pilkada.
Gubernur juga menghimbau semua masyarakat menjaga diri, tidak terpancing dengan isu negatif yang merusak kedamaian yang dapat mengacaukan pesta demokrasi. “Masyarakat harus menjaga predikat Sulut sebagai daerah dengan toleransi terbaik dapat terus dipertahankan,” tandas Olly yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut ini.
Editor : Herly Umbas

