Awasi Keamanan Laut, Warga Pesisir Pantai Harus Jadi Mata Bakamla
Warga pesisir diminta menjadi mata rantai untuk menjaga keamanan laut, termasuk mereka yang bermukim di pesisir pantai wilayah Minsel. Foto: Andries Pattyranie

Awasi Keamanan Laut, Warga Pesisir Pantai Harus Jadi Mata Bakamla

Tatapaan, Fajarmanado.com – Dalam rangka mengawasi pantai di Minahasa Selatan (Minsel), Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI meminta peran serta masyarakat untuk bersama-sama mengawasi pantai dari berbagai kemungkinan yang merugikan dan mengancam NKRI.

Direktur Latihan Bakamla RI Laksamana Pertama TNI Muspin Santoso mengatakan, sebagian besar daerah Minsel terjangkau atau berada di pesisir pantai dengan laut yang membetang luas.

“Oleh sebab itu, masyarakat yang tinggal di pesisir laut diminta untuk sama-sama ikut menjada keamanan laut bersama pihak berwajib yang senantiasa akan terus melakukan patroli demi keamanan laut dari hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,’’ ujar Muspin Santoso.

Dikatakannya lagi, bahwa kecamatan Tatapaan khususnya Desa Bajo menjadi tempat Pos Bakamla RI di Minsel.

Ia mengharapkan, apabila warga melihat ada kapal asing segeralah melapor ke Hukum Tua atau secara langsung ke Bakamla RI di posnya.

“Laut di Minsel secara umum masih aman. Tetapi, jangan kita sepelekan dari kemungkinan berbagai hal yang bisa saja mengancam,” ujarnya.

Saat ini, kata Santoso, masyarakat mengetahui banyak kasus teroris yang masuk, baik dari darat maupun dari laut. “Makanya, mari kita masyarakat untuk sama-sama menjaga keamanan laut,’’ paparnya.

Keamanan laut di wilayah Minsel, juga merupakan tanggungjawab warga daerah ini, lebih khusus warga yang tinggal dipesisir pantai.

“Wilayah Indonesia sebagian besar berada dipesisir air. Bakamla RI maupun 13 organisasi lainnya tidak mampu menjaga keamanan laut,” tukasnya.

“Untuk itu, pemerintah secara umum meminta keikutsertaan warga untuk sama-sama menjaga dan menjadi mata rantai demi keselamaatan laut kita,’’ sambung Laksamana Pertama TNI Muspin Santoso.

(andries)