Fajarmanado.com, Eris–Cabup Minahasa nomor urut 2, Youla Lariwa Mantik, SH, MH (YLM) kembali menunjukkan kepedulian sosial dan kemanusiaan.
Dalam perjalanan sosialisasi sekaligus memantau keberadaan desa-desa di pesisir pantai Timur Minahasa atau dikenal dengan sebutan Tondano Pante pada Kamis (03/10/2024) ini, iring-iringan minibus Youla, sapaan karib YLM berhenti di Desa Tandengan, Kecamatan Eris dan Desa Kaweng, Kecamatan Kakas.
Youla dan rombongan yang dipandu voorijder, berhentik ketika melihat ada kedukaan di dua desa tersebut.
Duka di Desa Tandengan pada rumah Pdt. H. Palilingan Tawaan itu, terbaring kaku Pdm Since Melsye Tawaang.
Almarhumah yang berusia 73 tahun, 9 bulan, 25 hari itu meninggal karena sakit.
Lalu di Desa Kaweng di rumah keluarga Sangari Kaseger, sebelum melanjutkan ke wilayah Kecamatan Lembean Timur dan Kombi.
Setelah mohon izin masuk dan menatap almarhumah dan keluarga yang duduk berhadapan di antara jenazah di dua lokasi berbeda itu, Youla mengungkapkan rasa ikut berbelasungkawa.
Ia menyampaikan turut berduka cita bersama keluarga dan kerabat yang ditinggalkan.
“Sebagai umat yang percaya padaNya, kita harus mengamini bersama bahwa apa yang Tuhan buat, itu adalah baik adanya,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Youla yang dikenal sebagai Wewene Keter ini, mengharapkan dukungan doa masyarakat atas keikutsertaannya bersama Denni Rudi Kalangi (DRK) dalam kontestasi Pilkada Minahasa 2024.
“Saya dan Pak Denni mencalonkan diri sebagai pasangan bupati dan wakil bupati karena menginginkan ada perubahan di daerah kita ini,” jelasnya.
Minahasa, katanya, harus maju. Jangan ketinggalan dengan daerah-daerah pemekarannya. Begitu pun masyarakat harus keter atau kuat.
Wakil Ketua Tim Relawan Minahasa Keter, Robert Tengkel mengatakan, dalam daftar kunjungan YLM selama ini, tidak ada agenda menghadiri acara duka.
“Tapi biasanya, kalau ibu lewat dan melihat ada kedukaan, apalagi keluarga dari relawan, ibu akan singgah walau hanya sebentar,” katanya.
Ia kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada relawan dan simpatisan yang mengharapkan kehadiran YLM di rumah duka di sekitar mereka.
“Minahasa ini luas. Ada 227 desa dan 43 kelurahan. Jadi tidak mungkin dapat dijangkau dalam satu atau dua hari,” ucapnya.
Hari Kamis ini, lanjutnya, YLM diagendakan menyusuri desa-desa pesisir timur melalui lingkar timur Danau Tondano.
[**/tiks]


