Fajarmanado.com, Tomohon — PDI Perjuangan benar-benar fenomenal di Kota Tomohon, Sulawesi Utara dalam dua pesta demokrasi terakhir. Terutama pada Pilwako 2020 dan Pileg 2024.
Pilwako 9 Desember 2020, partai besutan Megawati Soekarnoputri itu, benar-benar tampil mengejutkan.
Kadernya, Caroll Senduk, yang tak lain Ketua DPC Kota Tomohon menang telak dan menjadi Wali Kota Tomohon 2020–2024.
Tapi CS, sapaan Carol Senduk ini, meraih kemenangan tidak hanya bermodalkan pendukung fanatik partai banteng moncong putih dalam lingkaran.
Tentu saja, CS ditopang wakilnya, Wenny Lumentut, yang ketika itu Ketua DPD I Gerindra Sulut.
Saat Pilwako waktu itu, CS–WL meraup 43.611 suara sah dari 67.656 pengguna hak pilih DPT yang berjumlah 68.604.
Begitu pun pada Pileg 2024 lalu. PDIP kembali tampil “garang”. Mendulang hasil yang sangat mengejutkan. Memborong 60 persen kursi DPRD Kota Tomohon periode 2024–2029.
Masih di bawah kendali Ketua DPC Caroll Senduk, PDIP berhasil memperoleh 15 dari 25 kursi DPRD pada Pemilu Serentak 14 Februari lalu. Naik 375 persen dari Pileg 2019 yang hanya empat dari 20 kursi yang tersedia.
Sementara Partai Golkar, yang selama ini mendominasi kursi lembaga legislatif di Kota Bunga, tinggal mendapat tujuh kursi. Turun dari Pileg 2019, yang 10 kadera.
Nasib yang lebih tragis, menimpa NasDem, Demokrat dan Hanura. Kali ini, ketiganya tak kebagian kursi lagi. Padahal ‘kursi empuk’ yang diperebutkan naik dari 20 menjadi 25 kursi pada Pileg 2024.
Pada Pileg 2019, NasDem menempatkan dua wakilnya di DPRD Kota Tomohon, sementara Demokrat dan Hanura masing-masing satu kursi. Tapi hilang semuanya pada Pileg 2024.
Berbanding terbalik dengan Gerindra. Partai besutan Prabowo Subianto ini, justru ketambahan satu kursi. Sebelumnya dua menjadi 3 kadera pada Pileg 2024.
Dengan demikian, hanya PDIP dan Partai Golkar yang bisa mengusung calon sendiri pada Pilkada Serentak 2024 di Kota Tomohon.
Dengan modak tiga kursi, Gerindra harus puas sebatas membentuk satu fraksi di DPRD Kota Tomohon periode 2024–2029. Tidak boleh mengusung calon sendiri.
Hasil pleno Pileg 2024 oleh KPU Tomohon mengurai, setelah PDIP dengan 37.982 suara (15 kursi), Golkar 16.105 suara (7 kursi), Gerindra 8.059 suara (3 kursi) serta Demokrat 2.070 suara, Nasdem 1.842 suara, Hanura 1.691 yang kesemuanya non kursi bersama sejumlah partai peserta Pemilu 2024 lainnya.
PDIP Jangan Jemawa
Mencermati bakal calon (balon) Pilwako 2024, yang kini dalam masa sosialisasi, PDIP jangan keburu jemawa, dengan mudah menang.
Modal 37.982 suara Pileg belum dapat dijadikan jaminan bagi PDIP untuk kembali tampil sebagai kampiun. Meski pun Caroll Senduk, sang petahana wali kota yang dijadikan jagoannya.
Kekuatan Partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) di Sulawesi Utara (Sulut), yang menjalar sampai ke kabupaten kota, patut diperhitungkan dan diwaspadai.
Apalagi, KIM telah menjelma jadi KSSM (Koalisi Solidaritas Sulut Maju) di daerah Nyiur Melambai ini. Yang ketambahan NasDem dan beberapa partai non kursi lainnya di Kota Tomohon.
Apabila Golkar, Gerindra, Demokrat dan NasDem berkoalisi dan menyatu, maka dengan akumulasi total 28.076 suara, sudah bisa menjadi lawan berat PDIP.
Belum lagi kalau terjadi koalisi jumbo. Golkar Cs versus PDIP versus paslon perseorangan.
Begitu pun kalau merujuk hasil Pilwako Tomohon 2019. Tidak dapat pula dijadikan pegangan oleh PDIP untuk menang Pilwako nanti.
Sesuai catatan redaksi Fajarmanado.com, ada tiga paslon yang bertarung ketika itu. PDIP Cs Caroll Senduk–Wenny Lumentut (CS‐-WL), Golkar Cs Jilly Gabriela Eman–Virgie Baker (JGE–VB) dan satu lainnya, paslon Mawar dari jalur perseorangan.
Hasil pleno KPU Tomohon di Grand Master Hotel Tomohon, 15 Desember 2020 lalu, CS–WL, yang diusung PDIP-Gerindra dan didukung PKB, Perindo, PSI memang menang mutlak.
Kendati hanya bermodalkan enam kursi parlemen, koalisi PDIP Cs berhasil mengantar CS–WL menjadi pemenang. Meraup 43.611 suara sah dari 67.656 pengguna hak pilih DPT 68.604.
Sementara JGE–VB yang bermodalkan 14 kursi dari empat partai pengusung, yakni Golkar, NasDem, Hanura dan Demokrat, hanya mampu meraih 23.495 suara sah. Terpaut 20.106 suara dengan PDIP Cs.
Sedangkan Mawar, pasangan yang maju melalui jalur independen ini, cuma mendapat 550 suara.
Karena itulah, modal Pilwako 2019 dan Pileg 2024, tidak bisa menjamin PDIP gampang mengantar kembali membawa Caroll Senduk memperpanjang jabatan Wali Kota Tomohon untuk periode 2024–2029.
Perolehan “kursi parlemen” 2024–2029, juga bukan modal mutlak dan paripurna menang Pilwako 2024, seperti dialami Golkar Cs pada Pilwako 2019 lalu.
Lebih dari itu, persoalan kekinian, seiring perjalanan waktu dan penilaian terhadap kepemimpinan duet CS–WL tiga tahun lebih terakhir, maka pola sikap pemilih dipastikan banyak yang bergeser atau berubah.
Apalagi, WL yang ‘angkat kaki’ dari Gerindra pascamenang Pilwako 2020 dan menjadi kader PDIP, kini kembali “lompat dari kandang banteng”.
WL sudah mantap maju melalui jalur perseorangan pada Pilkada 2024 di Kota Tomohon dan telah resmi mendaftar di KPU Tomohon pada 11 Mei lalu.
Padahal, sampai saat ini, WL masih mengklaim diri kader banteng. Masih sebagai Wakil Ketua DPD PDIP Sulut.
Bahkan, pascamendaftar di KPU, WL mengaku tidak atau belum menerima sanksi apapun dari internal partai barunya, PDIP itu.
Merespon sikap WL yang diambil pascagagal melenggang ke DPR RI Dapil Sulut pada Pileg 2024 itu, Ketua DPD PDIP Sulut sekaligus Bendahara Umum DPP PDIP, Olly Dondokambey berujar singkat, itu hak asasi WL.
Oleh karena itulah, 43.611 suara yang mengantar CS-WL sebagai pemenang Pilwako Tomohon 2020 lalu, praktis bakal terbelah. Sebab, baik CS maupun WL sama-sama punya loyalis sejati dari PDIP.
Selain loyalis internal partai, suara para birokrat Kota Tomohon, diprediksi juga akan terbagi.
Terbelah tak hanya kepada CS dan WL, tapi juga untuk Ir. Miky Junita Wenur, MAP atau MJLW, yang jadi jagoan Golkar ini.
Pasalnya, selang tiga tahun lebih terakhir, baik CS maupun WL dipastikan telah menanamkan ‘benih kebaikan’ kepada para ASN Tomohon. Begitu pula MJLW.
Tiga periode anggota DPRD Kota Tomohon, MJLW tak kalah menaruh perhatian yang serius terhadap nasib ASN. Terutama, kepada pegawai jajaran Pemkot Tomohon ‘kelas menengah dan bawah’.
Soal militansi dan loyalis partai, pendukung MJLW pasti tetap solid. Karena Golkar tetap konsisten kritis dan menyuarakan perbaikan.
Namun, terlepas siapa yang bakal jadi Wali Kota Tomohon 2024–2029 nantinya, yang pasti hasil Pilkada 2020 dan Pileg 2024 tidak bisa menjadi tolok ukur, apalagi jaminan menang Pilwako Tomohon mendatang.
Siapa yang akhirnya terpilih, jika konstestasi tidak berubah, maka Miky Wenur, srikandi beringin ini, berada di antara dua kader banteng, Caroll Senduk dan Wenny Lumentut, yang sudah memilih jalan sendiri-sendiri.
Kita tunggu saja, penetapan calon Pilwako Tomohon pada akhir Agustus dan pemilihan Pilkada Serentak pada 27 November 2024 mendatang.
Siapakah yang unggul..?! Pilihan masyarakat atau suara rakyat Tomohon yang menentukan.
[redaksi fm.com/heru]

