oleh

Catut Namanya Dalam Rekaman Telepon, Veysi Karuntu Laporkan Oknum Kepala Sekolah di Polres Minut

Airmadidi,Fajarmanado.com – Veysi Karuntu yang merupakan ASN di Dinas Pendidikan Minahasa Utara, Selasa (7/9) mendatangi kantor Mapolres untuk melaporkan pencemaraan nama baik yang diduga dilakukan oknum kepala sekolah berinisia RP alias Redi dan DW alias Debra melaui percakapan telepon seluler yang direkam dan disebarkan. Dalam rekaman telepon antara  RP dan DW menyebut akan memberikan uang kepadanya untuk menjadi kepala sekolah.

Saat dihubungi usai mengajukan laporan di SPKT Polres Minahasa Utara, Veysi sapaan akrabnya mengaku tidak pernah meminta uang kepada calon kepala sekolah maupun kepala sekolah yang saat ini sedang menjabat. Untuk itu pihaknya menduga rekaman percakapan antara RP dan DW yang mencatut namanya senagaja dibuat untuk mejatuhkan dan mencemarkan nama baiknya.

“Tindakan ini tidak hanya mencemarkan nama baiknya, tetapi juga membuat saya malu karena rekaman sudah berada ditangan sejumlah petinggi di Minahasa Utara. Saya menduga, rekayasa pembicaraan ini sengaja dibuat untuk menjatuhkan nama baik saya selaku ASN.”terang  Veysi.

Untuk memulihkan nama baiknya, Veysi meminta agar aparat kepolisian mengusut tuntas motif pembicaraan telepon yang mencatut namanya tersebut agar persoalan ini terbuka terang benderang sehingga siapa yang salah dan benar akan terungkap. Ia juga mengatakan jika sebelumnya tidak pernah dipanggil Bupati, DPRD maupun kepala dinas pendidikan terkait permintaan uang kepada calon kepala sekolah sebagaimana yang dibicarakan via telepon oleh RP dan DW.

“Sampai saat ini saya tidak paham dengan niat RP dan DW yang berbicara lewat telepon dan merekam pembicaraan untuk disebarkan. Untuk membuktikan itu saya serahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian.”lugasnya.

Beredarnya rekaman telepon antara RP dan DW terkait permintaan uang untuk menduduki jabatan kepala sekolah diduga pemicu ketua DPRD Denny Lolong dan Bupati Joune Ganda mengeluarkan stetmen soal tak ada mahar dalam pengangkatan pejabat. Akibatnya persoalan ini menjadi buah bibir masyarakat dan ASN di Lingkup pemerintahan kabupaten Minahasa Utara.(Joel)

News Feed