oleh

Suket Swab PCR Palsu Beredar di Sulut, Polisi Tangkap Oknum ASN

Bitung, Fajarmanado.com – Di tengah pengetatan syarat perjalanan dalam masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4, surat keterangan (suket) palsu tes Swab polymerase chain reaction atau PCR beredar di Sulawesi Utara (Sulut).

Polisi pun bereaksi cepat dan akhirnya menangkap oknum aparatur sipil negara (ASN) yang diduga kuat sebagai otak dan tersangka pembuat suket tes PCR palsu.

HES (41), warga Talawaan Minahasa Utara (Minut) diamankan Satreskrim Polres Bitung pada Minggu (25/7/2021).

Kapolres Bitung, AKBP Indrapramana dalam konferensi pers pada Kamis (29/7/2021) siang, di Mapolres Bitung, memapakan bahwa pengungkapan kasus yang cukup menghebohkan publik ini berawal pada Sabtu, 24 Juli 2021 malam di Pelabuhan Bitung.

“Bermula dari laporan Petugas di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bitung tentang adanya penggunaan surat hasil Swab PCR palsu,” ungkap Kapolres Indrapramana.

Berdasarkan laporan itu, Tim Satreskrim Polres Bitung langsung melakukan penyelidikan sehingga mendapat informasi bahwa pengguna hasil Swab PCR palsu itu berdomisili di Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Baca Juga :  Dukung Pemerintah, GAMKI Sulut Bersama Polda dan IAKN Gelar Vaksinasi

“Tim Satreskrim kemudian ke Amurang dan menginterogasi pengguna hasil Swab PCR palsu tersebut,” katanya.

Melalui interogasi ini, lanjutnya, informasi diperoleh bahwa perantara pembuatan hasil Swab PCR palsu beralamat di Mapanget Manado.

Pada hari yang sama, tim mendatangi perantara tersebut kemudian diinterogasi sehingga terkuak bahwa pembuat hasil Swab PCR palsu tersebut adalah HES, yang tercatat sebagai ASN di Pemprov Sulut.

Tak mau kehilangan tersangka pelaku, tim langsung melacak keberadaan pelaku. Akhirnya, HES diamankan di wilayah Dimembe, Minahasa Utara.

Kapolres Indrapramana mengatakan, HES mengaku membuat dan mencetak surat hasil Swab PCR palsu tersebut menggunakan laptop dan printer miliknya.

“Tim lalu menuju rumah pelaku dan mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain 1 buah laptop, 1 buah printer, 1 buah flashdisk, dan 1 hasil Swab PCR palsu, serta 1 asli,” jelasnya.

Dalam operasinya, modus pelaku menunggu siapapun yang memerlukan ‘jasanya’ untuk membuat hasil Swab PCR palsu.

Baca Juga :  Dukung Pemerintah, GAMKI Sulut Bersama Polda dan IAKN Gelar Vaksinasi

HES mengaku memiliki format file hasil Swab PCR yang tersimpan di laptop.

“Jika ada yang memesan, pelaku lalu mengubah identitas yang ada dalam format tersebut dengan identitas pemesan atau pengguna. Termasuk mengubah tanggal sesuai penggunaannya,” jelas Kapolres Indra.

Untuk meyakinkan pemesan, lanjut dia, pelaku juga selalu meminta KTP,  hasil Swab Antigen serta Surat Keterangan Perjalanan dari desa/kelurahan.

“Pelaku memasang tarif setiap pembuatan hasil Swab PCR palsu ini dengan harga bervariasi, mulai dari Rp.800 ribu hingga 1,5 juta. Dan pelaku mengaku telah membuat hasil Swab PCR palsu ini kurang lebih lima kali,” paparnya.

Kapolres Indra menambahkan, pelaku beserta barang bukti telah diamankan dan ditahan di Mapolres Bitung.

“Pelaku dijerat Pasal 263 Ayat (1) KUHP Sub Pasal 268 Ayat (1) KUHP, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun,” ungkapnya.

Editor : Maxi Heru

News Feed