oleh

Direktur MCC, Ichsan Sebut Kapolres Ambon Perlu Dievaluasi

Ambon, Fajarmanado.com – Aksi unjuk rasa mahasiswa di Kota Ambon, Provinsi Maluku menolak penerapan PPKM Mikro yang diwarnai kericuhan dan kekerasan, mendapat tanggapan keras dari Direktur Maluku Crisis Center (MCC) Ikhsan Tualeka, Sabtu (17/7/2021).

Ikhsan menyayangkan tindakan kekerasan terhadap pengunjuk rasa, yang menyebabkan 20 pendemo  di depan kantor Wali Kota Ambon, Jalan Sultan Hairun ditangkap dan ditahan polisi pada Jumat, 16 Juli 2021.

Mestinya, kata Ichsan, kekerasan bisa dihindari, jika saja kepolisian mampu mengambil langkah-langkah persuasif dan dialogis.

Ia pun menilai bentrok antara mahasiswa dan polisi itu  memperlihatkan ketidakcakapan Kapolres Pulau Ambon dan Pulau pulau Lease, Kombes Pol Leo S. Nugraha Simatupang.

“Dari sejumlah tayangan video, terlihat polisi bertindak terlalu keras dan cenderung kasar. Sejumlah mahasiswa ditarik dengan paksa dan kurang manusiawi. Mestinya upaya persuasif dilakukan,” paparnya.

Baca Juga :  Lauching RRC Ambon, Wali Kota Richard Temui Kapolda Maluku

Sebagai seorang demonstran, Ichsan mengatakan, hafal betul psikologi massa aksi, apalagi mahasiswa. Jangan dikasarin dan diintimidasi, semangat kolektif justru membuat para mahasiswa yang berunjukrasa semakin berontak.

“Mahasiswa justru kalau ditekan semakin melawan, dalam kondisi semacam ini aparat keamanan mesti mampu bersikap lebih humanis. Simpul-Simpul gerakan dipanggil dan diajak diskusi atau negosiasi, dengan begitu bentrok dan kekerasan dapat dicegah,” jelas Ikhsan.

“Saya kira Kapolresta Ambon perlu dievaluasi, bila perlu diganti. Model kepemimpinan dan penanganan seperti ini justru dapat memantik aksi massa yang lebih besar dan masif lagi, apalagi jika warga ikut bergabung. Jangan suka anggap remeh gerakan mahasiswa,” katanya.

Ikhsan berharap setelah ini, Kapolda Maluku dapat mengevaluasi posisi Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease. Kondisi sekarang Ambon butuh pimpinan kepolisian yang paham situasi dan bisa mengendalikan situasi dengan baik.

Baca Juga :  Kodim 1504/Ambon Gelar Komsos Bersama Keluarga Besar TNI

Sementara, terkait aksi mahasiswa, mantan Presidium Badan Eksekutif Mahasiswa Indonesia ini mengatakan, kaum intelektual itu mesti hadir dengan gagasan, inovasi dan solusi, bukan kemudian memperkeruh situasi apalagi di tengah pandemi.

“PPKM itu adalah bagian dari upaya untuk meredam laju penyebaran Covid 19, sambil vaksinasi terus dimasifkan dan herd immunity terbentuk,” tuturnya.

Menurut Ikhsan, mestinya yang perlu didorong, dikritisi dan dipastikan itu adalah, adanya bantuan pangan yang cukup bagi warga, terutama yang kurang mampu selama PPKM berlangsung.

“Kepedulian itu penting, tapi juga mesti cerdas,” harap Ikhsan.

Penulis: Katie Mailoa

 

News Feed