oleh

Laporan Keuangan Siap, UPK Dana Eks PNPM Kawangkoan Sebut MAD Tunggu Petunjuk Camat

Kawangkoan, Fajarmanado.com – Desakan pertanggungjawaban sekira Rp.1,8 miliar dana eks PNPM Kawangkoan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara kini semakin mendapat titik terang.

“Laporan kreditnya, berapa yang beredar dan macet sudah ada,” kata Ketua Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Dana Eks PNPM Kawangkoan, Lucky Wullur, Selasa (11/5/2021).

Di depan peserta Rapat Koordinasi Kecamatan (Rakorcam) Kawangkoan, Lucky mengatakan, laporan lengkapnya sudah dibuat dan siap disampaikan.

Tapi, lanjutnya, tidak dalam Rakorcam, melainkan melalui Musyawarah Antar Desa (MAD), forum khusus eks Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).

Kapan pelaksanaan MAD, Lucky kembali menyebut menunggu jadwal yang akan ditetapkan atas petunjuk camat selaku pengawas dan pembina.

Ketua Forum LPM Kawangkoan Raya, Drs. Eddy F. Ruata menyarankan Camat Kawangkoan, Eightmi Johanna Moniung, SH untuk mempercepat pelaksanaan MAD pengelolaan dana eks PNPM yang digelontorkan untuk Simpan Pinjam Perempuan (SPP).

“Ketika ibu camat (Eightmi Moniung) melaksanakan rakorcam (Kawangkoan) pertama di Kelurahan Sendangan sekitar September tahun 2019, ibu Camat menjanjikan akan melaksanakan MAD pada bulan Februari 2020. Sekarang sudah bulan Mei 2021,” paparnya.

Baca Juga :  AKBP Henzly Moningkey Berpulang, Polres Minahasa Berduka

“Jadi, saya sarankan MAD harus dilaksanakan secepatnya karena sudah lima tahun tidak pernah dilaksanakan,” sambung Eddy Ruata, yang  juga Ketua LPM Kelurahan Sendangan Tengah ini.

Menanggapi hal ini, Camat Eightmi Moniung menyatakan akan mengarahkan UPK Dana Eks PNPM untuk secepatnya menggelar MAD.

Saya kira laporan sudah siap, tinggal kita menetapkan waktunya. MAD akan kita dilaksanakan secepatnya. Karena, seperti yang dikatakan Pak Lucky, laporan sudah siap,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris UPK Dana Eks PNPM Kawangkoan, Jones Tumewu senada menyatakan bahwa pihaknya telah tuntas menyusun laporan.

“Laporannya sudah ada. Ini laporannya,” komentar Joston, sapaan karibnya.

“Tadi saya ditelepon Yanty (Yanty Assa, Bendahara UPK Kawangkoan). Makanya saya datang bawa laporan ini,” lanjutnya sambil menunjukan gulungan kertas dalam genggaman tangan kirinya.

Baca Juga :  Tim STIK Teliti Strategi Pencegahan Paham Radikalisme Anggota Polres Minahasa

“Nanti dibagikan pada MAD,” ujarnya menjawab Fajarmanado.com di sela Rakorcam Kawangkoan, di Balai Lingkungan Dua, Kelurahan Kinali Satu, siang tadi.

Sementara itu, sumber pengurus LPM menilai ada kejanggalan soal pertanggungjawaban Dana Eks PNPM yang mencuat dalam rakorcam tersebut.

“Pasca penghapusan PNPM, tidak ada lagi yang namanya PJOK dan pendamping desa. Tadi, camat sempat menyebutnya,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, pasca penghapusan PNPM, penanganan dana eks PNPM tidak lagi berada di bawah PJOK, namun dialihkan kepada BKAD. “Anehnya, yang tampil di depan bukan Ketua BKAD tapi UPK,” ucapnya.

Meski demikian, sumber Ketua LPM Kelurahan ini mengapresiasi sikap camat dan UPK untuk melaksanakan MAD secepatnya. “Kalau tidak, persoalan pengelolaan dana eks PNPM ini akan kami LPM serahkan kepada Polres. Kan, sudah ada kerjasama Polsek Kawangkoan dengan UPK untuk penanganan PNPM,” paparnya.

Penulis: Herly Umbas

News Feed