oleh

Pamit, Iptu Anthon Warning Penggunaan Dana Desa PPKM Mikro

Kawangkoan, Fajarmanado.com – Iptu Anthonius Tumbelaka pamitan kepada pemerintah dan masyarakat Kawangkoan, Selasa (11/5/2021).

Anthon, sapaan akrab Kapolsek Kawangkoan sejak Desember 2019 ini, pamit karena telah mendapatkan surat perintah tugas baru ke Mapolres Minahasa.

“Hari ini, terakhir kali saya bersama bapak ibu, karena minggu depan jabatan Kapolsek Kawangkoan akan diserahterimakan,” katanya pada Rapat Koordinasi Kecamatan (Rakorcam) Kawangkoan di Balai Lingkungan Dua, Kelurahan Kinali Satu, siang tadi.

Selain memohon maaf bila ada kesalahan atau menyinggung perasaan jajaran pemerintah dan masyarakat Kawangkoan, Anthon sebelumnya mewarning para hukum tua (Kumtua).

Ia menyatakan perlu mengingatkan enam kumtua di Kawangkoan supaya dapat memanfaatkan dana desa tahun 2021 sesuai dengan peruntukkan, termasuk untuk program pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Mikro, di antaranya operasional Posko Tangguh Covid 19.

“Saya ingatkan para hukum tua agar jangan main-main dengan dana desa. Di tahun ini, ada delapan persen untuk PPKM Mikro untuk menunjang program Covid 19,” paparnya.

Baca Juga :  Alumni Menggebrak, SMP Nasional Kawangkoan Mulai Bangkit

“Jadi jangan main-main. Ada dana, ada orang dan tentu harus ada kegiatan. Jangan hanya laporannya saja,” tandasnya.

Kapolsek Anthon juga mengingatkan kembali supaya jajaran pemerintahan kecamatan, terutama di enam kelurahan dan empat desa di Kecamatan Kawangkoan harus bertindak tegas dalam rangka menindaklanjuti berbagai regulasi soal penanganan Covid 19.

“Saya lihat, di sebelah sana ada pembuatan tenda untuk pesta. Siapa yang memberikan izin. Kalau saya, kalaupun ada yang datang minta izin, pasti saya tidak berikan. Jadi saya minta lurah hukum tua harus tegas,” ujarnya sambil menunjuk bangsal pesta kawin yang hanya berjarak sekira 100 meter sebelah barat dari lokasi Rakorcam.

Ia juga menyoroti kebiasaan massa penjemput jenazah yang berprilaku arogan sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan ketenangan masyarakat di sepanjang jalan yang dilalui.

Baca Juga :  Bank SulutGo Berpacu Bantu Ekonomi Warga di Tengah Pandemi

“Malahan, ada yang nekad berteriak teriak di depan Kantor Polsek,” ungkapnya. “Prilaku seperti ini harus kita sama-sama ingatkan langsung kepada masyarakat agar tidak akan mengalami penindakan hukum nantinya,” sambungnya.

Selain itu, Kapolsek Anthon mengingatkan pula jajaran pemerintah dan tokoh masyarakat desa dan kelurahan untuk intens mengawasi peredaran minuman keras (miras) tradisional cap tikus dan penggunaan knalpot racing.

“Baru-baru ini, Polres Minahasa memusnahkan ratusan knalpot racing dan ribuan botol cap tikus. Bahkan, ada penjual miras yang telah putus disidang dengan denda mencapai Rp.5 juta,” ujarnya.

“Saya perlu ingatkan agar tidak ada masyarakat Kawangkoan yang mengalami hal yang sama,” ucapnya.

Rakorcam yang dipimpin Camat Eightmi Moniung, SH tersebut menghadirkan pula perwakilan Dinas Kesehatan Minahasa dan dihadiri oleh para kumtua, lurah, pengurus LPM, BPD, pimpinan UPT di tingkat kecamatan dan pihak PLN.

(Ely) 

News Feed