oleh

Stendy Rondonuwu Soroti Oknum Tenaga Ahli “Rasa” Bupati

Airmadidi, Fajarmanado.com – Anggota DPRD Minahasa Utara (Minut) Stendy Rondonuwu menyoroti sikap oknum tenaga ahli yang seakan bertindak sebagai bupati.

Stendy mengingatkan tenaga ahli untuk bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya untuk memberikan pertimbangan dan masukan kepada bupati dan wakil bupati sesuai dengan bidangnya. Jangan melampaui kewenangan, apalagi menyalahi jabatan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

Menurut dia, tenaga ahli boleh berfikir seperti bupati, tapi tidak bisa bertindak layaknya bupati.

Apalagi, lanjutnya, mengeluarkan kebijakan mengatasnamakan bupati padahal tidak ada petunjuk atau perintah dari bupati.

Ia juga mengingatkan tenaga ahli agar menggunakan etika dalam menjalankan tugasnya agar tidak ada yang seenaknya mendatangi kantor dinas atau memanggil kepala OPD tanpa perintah bupati.

Baca Juga :  Rizya Ganda – Davega Dikukuhkan Sebagai Bunda PAUD Kabupaten Minahasa Utara

“Tenaga ahli rasa bupati ini yang akan merusak tatanan birokrasi dan bahkan mencederai program reformasi birokrasi yang digaungkan JGKWL. Miris jika ada oknum tenaga ahli yang menyalahgunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Mental seperti ini akan merusak citra pemerintahan JGKWL,” tegasnya kepada wartawan di Airmadidi, Senin (29/3/2021).

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Minut ini juga meminta bupati untuk mengseriusi informasi terkait adanya oknum tenaga ahli yang menjual aplikasi Simpel Desa dengan mencatut nama bupati.

Jika informasi tersebut benar, Stendy mengingatkan bupati harus mengambil tindakan tegas agar praktek yang mencederai citra pemerintah seperti ini kedepannya tidak terjadi lagi.

“Jangan hanya karena kepentingan pribadi dan golongan dari oknum tenaga ahli lantas merusak citra pemerintahan dan menjerumuskan pemerintah desa ke jalan salah, sebab dalam penggunaan dana desa ada aturan yang harus dipatuhi, tidak seenaknya memasukan anggaran yang tidak ada payung hukumnya, apalagi aplikasi yang ditawarkan dengan banderol 43 juta itu bisa di unduh secara gratis,” paparnya.

Baca Juga :  Olah Cap Tikus Jadi Hand Sanitizer, Wanua Talawaan Jadi Percontohan Desa Sadar Miras

Ia menambahkan, untuk menuju desa digital bukan hanya aplikasi yang dibutuhkan, tetapi harus ditunjang dengan infrastruktur yang memadai, seperti penyediaan fasilitas internet yang merata diseluruh desa dan listrik. Selain itu, mewujudkan program desa digital tersebut perlu menggandeng dinas Kominfo dalam menyiapkan aplikasi dan SDM yang akan mengajarkan pemerintah desa dalam mengoprasikan aplikasi tersebut secara gratis, (Joel).

News Feed