oleh

Tindak Lanjuti Laporan LP3, Kejari Minut Bidik Pekerjaan SMP 1 Airmadidi

Airmadidi, Fajarmanado.com – Kejaksaa Negeri (Kejari) Airmadidi bidik pembangunan gedung SMP Negeri 1 Airmadidi. Pekerjaan proyek berbandrol Rp.2 miliar oleh CV. Dewi tersebut diduga tidak beres atau tidak sesuai RAB dan Bestek.

Langkah korps baju cokelat ini merupakan tidaklanjut dari laporan yang dilayangkan LSM Lembaga Pemberdayaan dan Pengawasan Pembangunan Sulut (LP3-S).

Koordinator Bidang Pengawasan dan Investigasi LP3-S, Calvin Limpek mengatakan, alasan pihaknya melaporkan proyek pembangunan SMP Negeri 1 Airmadidi karena pengerjaannya sarat penyimpangan. Pekerjaan yang dianggarkan tahun 2019 tersebut diduga tidak mengikuti RAB dan Bestek.

“Kami sudah melakukan investigasi di lapangan terkait pekerjaan tersebut dan mendapati banyak penyimpangan. Guna menindaklanjuti temuan tersebut, hasil temuannya telah kami laporkan ke kejaksaan melalui Kasie Pidsus untuk ditindak lanjuti,” tegas Limpek kepada wartawan di Airmadidi, Rabu (17/2/2021).

Ia menjelaskan, penyimpangan dalam pekerjaan proyek tersebut sangat nampak dan dapat terlihat secara kasat mata. Buktinya, belum sampai 2 tahun dibangun, dinding bangun sekolah sudah banyak yang retak.

Selain itu, lanjutnya, salah satu sekolah andalan di Minut ini tidak ada listrik, padahal anggaran pemasangan listrik sudah masuk dalam RAB.

“Penyimpangannya sangat nampak, selain tak dipasangi listrik, pengecoran atap juga dilakukan sepotong – sepotong sehingga di saat hujan ruang kelas basah karena atapnya bocor. Melihat kondisi ini, saya khawatir bangunan ini akan membahayakan siswa,” jelas Limpek.

Kondisi atap tersebut semakin menguatkan dugaan apabila pengecoran tidak sesuai Rab, karena bocor, kalau hujan air masuk sampai dalam kelas.

“Melihat keadaan, bangunan ini tak akan bertahan lama dan tidak aman untuk para siswa dan di musim hujan ruang kelas tersebut tidak bisa di gunakan oleh siswa,” katanya.

Ia kemudian menduga dalam pengerjaan proyek ini ada konspirasi atau keterlibatan oknum di dinas pendidikan sehingga proyek yang dikerjakan “asal jadi” ini bisa dicairkan.

Kasi Pidsus Kejari Minut, Dian Subdiana saat dikonfirmasi membenarkan soal adanya laporan tersebut. Ia berjanji, laporan ini akan segera ditindak lanjuti dalam waktu dekat.

“Laporan ini sedang kami dalami dan dalam tahapan pengumpulan data. Jika terindikasi ada penyimpangan, tentu akan kami proses lebih lanjut.”ungka Dian Subdiana.

(Joel)

News Feed