oleh

Kepala Cabang Alfamart Lecehkan Dewan Minut

Airmadidi,Fajarmanado.com – Sikap tidak koperatif yang ditunjukan kepala cabang alfamart Manado Yosia Pakiding lecehkan DPRD Minahasa Utara. Pasalnya, disaat kunjungan komisi 2 ia malah keluar dan hanya mewakilkan kepada stafnya. Kejadian seperti ini ternyata sudah terjadi beberapa kali saat ada kunjungan, buktinya dinas lingkungan hidup dan pemerintah desa juga sempat mengalami hal yang sama.

Wakil ketua DPRD Minahasa Utara Olivia Mantiri yang ikut dalam kunjungan tersebut sangat menyayangkan sikap kepala cabang Alfamart yang tidak koperatif dan terkesan enggan bertamu dengan tamu yang akan berkunjung ke gudang Alfamart di desa Karegesan kecamatan Kauditan.

“Kami ini sebagai tuan rumah yang datang untuk melihat seperti apa aktifitas di gudang Alfamart ini karena ini bagian dari tugas kami untuk melakukan pengawasa. Sikap yang ditunjukan oleh kepala cabang Alfamart ini tentu akan menjadi catatan khusus bagi kami DPRD dan hal ini akan kami tindak lanjuti dengan hearing.”tegas Mantiri, Selasa (9/2).

Senada dikatakan ketua komisi 2 DPRD Minut Jimmy Mekel, menurut politisi PDIP ini bahwa surat kunjungan kerja sudah dilayangkan ke pihak perusahaan sudah dikirimkan sekretariat dewan 1 hari sebelum, sehingga sata tidak mungkin jika kedatangan mereka tidak diketahui kepala cabang yang membawahi wilayah Sulut dan Gorontalo.

“Tidak mungkin kepala cabangnya tidak tahu karena suratnya sudah kami layangkan 1 hari sebelum. Hal seperti ini ternyata juga dialami oleh instansi lain yang akan berkunjung ke gudang Alfamart, kepala cabangnya enggan bertemu.”kata Mekel.

Sementara perwakilan perusahaan saat ditanya soal ketidakhadiran kepala cabang oleh wakil ketua DPRD, hanya dijawab sedang keluar.”Pak Yosi sedang keluar, dan mewakilkan kepada kami”kata salah satu karyawan singkat.

Dalam kunjungan tersebut, komisi 2 mendapati tidak adanya pengolahan limbah diareal gudang tersebut. Selain itu, tempat sampah yang tersedia tidak memenuhi standart terutama pemisahan antara sampah basah dan sampah B3 yang dikhususkan untuk sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun.

Disamping berbagai persoalan tentang lingkungan, meteran air tanah yang terpasang didapati rusak dan diduga selama ini pihak perusahaan tidak membayar pajak air tanah ke Pemkab Minut.

Selain itu, komitmen perusahaan untuk membantu masyarakat melalui program Coroporate Social Responsibility (CSR) diduga tidak ada.(Joel)

News Feed