oleh

Senator SBANL: Bernegara Tak Cukup Hanya Berpedoman Pada Pancasila

Tomohon, Fajarmanado.com –Senator Indonesia, Ir. Stefanus BAN Liow, MAP mengatakan, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di tanah air tak cukup hanya berpedoman pada Pancasila sebagai dasar dan idiologi negara.

Selain harus memahami, menghayati dan melaksanakan Pancasila, sebagai warga negara yang baik harus juga secara konsekuen menjaga sendi-sendiri utama lainnnya, yakni UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Stefa, sapaan karib SBANL, Anggota Badan Sosialisasi MPR RI ini mengungkapkan hal tersebut pada Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Jemaat GMIM Imanuel Walian, Wilayah Tomohon Empat, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Senin (25/1/2021).

Wakil Ketua Kelompok DPD RI di MPR RI ini kemudian menjelaskan Empat Pilar MPR RI, yang terdiri dari, Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara dan Ketetapan MPR RI, NKRI sebagai Bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara.

Baca Juga :  Dari Bunga krisan Hingga Bawang Merah, SBANL Pelaksanaan UU Hortikultura di Sulut

Senator SBANL menegaskan bahwa dengan keanekaragaman suku, adat istiadat, budaya, bahasa daerah dan agama, mengharuskan setiap langkah dan kebijakan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara adalah memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Sementara itu, Ketua BPMW GMIM Tomohon Empat, Pdt. Daniel Bastian, MTh melalui Wakil Ketua Ferry Makalew, SSos yang juga sebagai moderator dan Sekretaris Dr. Festus E.R.I Liow, ST, MSi mengapresiasi atas pelaksanaan Sosialisasi MPR RI dalam upaya mengingatkan dan menyegarkan kembali anak-anak bangsa agar selalu menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa.

Baca Juga :  DPD RI Dapat Masukan BPK, Ini Sikap LaNyala Mattalitti

Ferry Makalew yang juga Pensiunan Pejabat Pemkot Tomohon ini menyebut bahwa kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan tetap mengikuti Protokol Kesehatan Covid 19, di mana seluruh peserta diwajibkan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Bahkan, lanjut dia, kegiatan yang digelar di tiga lokasi berbeda dalam lingkup Jemaat GMIM Imanuel Walian, tetap tidak terjadi kerumunan dan penumpukan peserta. Padahal, jika ditotalkan mencapai sekira 150 orang.

“Pemandangan ini terjadi karena lokasi pelaksanaannya telah diatur sedemikian rupa dengan menata jarak tempat duduk, selain menyiapkan tempat cuci tangan dan sabun, dan semua peserta terus memakai masker,” jelasnya.

Penulis: Jerry Michael

Editor : Herly Umbas

 

News Feed