oleh

Polisi Jemput Saksi PAHAM Saat Bertugas Gegara Ini

Manado, Fajarmanado.com – Pleno rekapitulasi perhitungan suara Pilkada Kota Manado 2020 diwarnai penjemputan saksi dari pasangan calon (paslon) JPAR-AiM di Sintesa Peninsula Hotel Manado, Selasa malam (15/12/2020).

Vivie Sangor, tiba-tiba dijemput beberapa oknum polisi dan dibawa ke Mapolresta Manado ketika mengikuti Pleno dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado tersebut.

Vivie Sanggor, saksi paslon Wali Kota Manado PAHAM (Paula Harley Manado) nomor urut 4 ini diamankan polisi karena  dilaporkan Panwascam Malalayang sesuai Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor: STTLP/2043/XII/2020/SULUT/RESTA MANADO pada tanggal 15 Desember 2020.

Pelapor, Alexander Kakase, selaku Ketua Panwascam Malalayang mengarahkan laporan pada poin Informasi dan Transaksi Elektronik.

Pasalnya, Vivie, yang mantan Panwascam ini dinilai telah menyebar video yang diduga berbau hoax.

Rekaman video yang viral itu berisikan aktivitas Panwascam dan PPK Malalayang membuka kembali kotak suara tersegel padahal sudah selesai diplenokan di tingkat PPK. Vivie menduga pembukaan kotak suara tersebut melanggar prosedur karena tidak melibatkan semua pihak terkait.

Soal penjemputan Vivie saat bertugas mendapat reaksi dari pihak paslon JPAR-AiM, yang berjargon PAHAM ini.

Fani Datukrama, saksi PAHAM Kecamatan Tuminting, yang saat itu melihat Vivie dijemput polisi di Hotel Peninsula Manado, menilai ada keanehan dari polisi dalam menyikapi laporan Panwascam Malalayang tersebut.

”Aneh dan sungguh sangat disayangkan, Ibu Vivie Sanggor masih dalam tugas menjadi saksi. Kok, pihak kepolisian dalam hal ini dari Polresta Manado datang dan menjemput beliau,” katanya.

Selain itu, baru satu kali pemanggilan, Vivie sudah langsung dijemput.

“Ini sangat menaruh curiga. Padahal prosedur umumnya, biasa sampai 3 kali pemanggilan kalau saksi tidak datang barulah dijemput. Kenapa baru satu kali pemanggilan, itupun laporannya baru masuk sore tadi. Cepat sekali ya?, ada apa ini?,” ketus Fani.

Sementara itu, Vivie saat dihubungi wartawan melalui WhatsApp tidak mendapat respon. Walau nomor yang ditelpon terhubung.

Berdasarkan sumber resmi, Vivie didampingi Kuasa Hukum tim Kampanye Daerah (Kamda) PAHAM, Percy Lontoh, SH saat berada di kantor Polresta Manado.

Terpisah, saat diwawancarai wartawan, Kordiv Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Manado, Taufik Bilfaqih, Selasa (15/12/2020) menyampaikan pihaknya akan mengambil langkah merespon hal tersebut.

Bawaslu Manado, katanya, akan menindaklanjuti hal tersebut sebagaimana aturan yang berlaku.

”Kita akan melakukan penelusuran terkait hal ini. Selain PPK, Panwascam Malalayang juga akan kita panggil dan minta keterangan (klarifikasi) kenapa ada pembukaan kotak suara diluar pelaksanaan pleno?, kita evaluasi supaya terang-benderang,” ujarnya.

“Jangan ada kesan pendekatan yang kita lakukan ini hanya parsial,” sambung Taufik di Hotel Sintesa Peninsula Manado.

Sementara itu, di Polresta Manado, pihak kepolisian belum bisa dimintai keterangan karena dari pantauan wartawan, pada pemeriksaan tersebut terlihat tertutup. (ely/ton) 

 

News Feed