oleh

PN Manado Tolak Gugatan Waleleng dkk, Duet Dareda-Mamangkey Sah Pengurus Puskud Sulut

Manado, Fajarmanado.com – Ini kabar gembira bagi 243 KUD anggota Puskud Sulawesi Utara (Sulut). Dualisme kepengurusan koperasi sekunder sejak tahun 2016, akhirnya berakhir di PN Manado, Kamis (22/10/2020).

Faktanya, Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Manado menolak gugatan yang diajukan Ventje Waleleng dkk terhadap tergugat Marthen Lobogia dan Drs Jopie Suak, masing-masing sebagai ketua dan sekretaris Panitia Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) Pusat Koperas Unit Desa (Puskud) Sulut yang digelar 29 Agustus 2019.

‘’Menolak semua gugatan penggugat dan menghukum penggugat untuk membayar biaya perkara,’’ demikian amar putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim, Denny Tulangouw SH, MH di PN Manado, Kamis (22/10/2020).

Dengan demikian, duet Ratu Dareda dan Drs. Adrie Recky Mamangkey, sebagai Ketua dan Sekretaris Puskud Sulut produk RALB Puskud Sulut 29 Agustus 2019, termasuk struktur pengurus masa bakti sampai 2021 ini, adalah sah menurut hukum.

Sidang putusan itu sendiri, hanya dihadiri pihak tergugat yang diwakili kuasa Hukum Arisminto Gumolung SH, Drs Welly Sompie, Ak, SH, dan Paul Walsen SH.

Sementara penggugat, Ventje Waleleng dkk dan Kuasa Hukum Michael Yakobus SH, MH tidak hadir.

Begitu pun pada sidang sebelumnya dengan agenda pembacacaan putusan, baik penggugat maupun kuasa hukumnya juga tidak muncul di PN Manado.

Dalam perkara sengketa kepengurusan Puskud Sulut dengan nomor perkara 386/Pdt.G/2019/PN.Mdn, Ventje Waleleng dkk, yang merasa pengurus Puskud yang sah ini, menggugat Marthen Lombogia dan Jopie Suak karena dianggap telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan menggelar RALB Puskud Sulut tanpa sepengetahuan penggugat sebagai pengurus Puskud Sulut.

Namun majelis hakim dalam sidang menyatakan bahwa tergugat dalam melaksanakan RALB Puskud Sulut sudah sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dalam perkoperasian.

Di mana, pihak tergugat sudah menyurat kepada pengurus Puskud Sulut yang dianggap sah yaitu Ketua Drs Ratu Dareda dan Sekretaris Drs Adrie Mamangkey.

Dengan ditolaknya gugatan penggugat maka hasil Keputusan RALB Puskud Sulut yang digelar panitia, yang diketuai Marthen Lombogia dan Sekretaris Jopie Suak pada 29 Agustus 2019 sudah sah.

Dalam keputusan RALB itu, antara lain, memilih kembali Drs Ratu Dareda sebagai ketua dan Drs Adrie Mamangkey sebagai sekretaris dan bendahara Jotje Worotican.

Menanggapi keputusan majelis hakim soal sengketa kepengurusan ini, sejumlah pengurus KUD sebagai anggota Puskud Sulut menyatakan sangat gembira karena terhambatnya kegiatan Puskud tidak lepas dari adanya gangguan oleh pihak lain yang mengaku sebagai pengurus Puskud Sulut.

‘’Masalah yang dihadapi Puskud Sulut selama ini berimbas pada pelaksanaan program yang terkatung-katung. Akibatnya program KUD juga terhambat,’’ kata Arifin, Ketua KUD Tolutug, Inobonto.

Hal senada diungkapkan Ketua KUD Toratan Ratahan, Fredy Tanauma, Ketua KUD Prima Leilem Jemmy Tamon, dan Ketua KUD Kawangkoan, Hengky Umbas.

‘’Dengan adanya putusan ini maka Puskud Sulut sudah kembali bangkit untuk menjadi lokomotif perekonomian Sulut terutama menggerakan sektor pertanian dan perikanan,’’ tutur Tamon, didampingi Hengky Umbas.

Penulis: Maxi Heru

News Feed