oleh

Sandra Rondonuwu Angkat Bicara Soal Minimnya Anggaran Dinas PPPA

Tomohon, Fajarmanado.com – Anggota DPRD Sulawesi Utara (Sulut), Sandra Rondonuwu angkat bicara soal alokasi Anggaran di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang minim.

Hal tersebut terungkap saat pelaksanaan rapat lanjutan pembahasan KUA PPAS Perubahan APBD Sulut tahun 2020, antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulut, Selasa (25/8/2020).

“Jadi perlu disadari bahwa Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah dinas yang sangat penting karena di dinas ini masyarakat secara khusus prempuan dan anak meletakan nasibnya, maka perlu adanya penambahan anggaran,” ujar Saron, sapaan akrab wanita yang dikenal vokal dalam memperjuangkan aspirasi rakyat di gedung DPRD Sulut ini.

Lanjut Saron, ada banyak hal yang harus dilakukan dinas tersebut, salah satunya harus memastikan kesehatan perempuan dan anak, kesehatan ibu hamil soal gisi dan vitamin yang dikonsumsi karena melalui perempuanlah akan lahir generasi-generasi yang sudah harus disiapkan agar kelak lahir generasi berlian bukan generasi krupuk.

“Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah dinas yang ada di garda terdepan untuk menyiapkan generasi baru Indonesia. Penambahan anggaran untuk dinas ini dianggap perlu,” ujarnya.

Penulis: Prokla Mambo

News Feed