oleh

Salurkan Bibit Pertanian, Olly Ajak Masyarakat Manfaatkan Lahan Kosong

Minsel, Fajarmanado.com – Kepedulian Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di bawa kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey terus dibuktikan secara nyata.

Hal itu terus dibuktikan dengan melakukan berbagai kegiatan penyaluran bantuan bibit yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kabupaten Bolaang Mongondow, Bolaang Mogondow Timur, Minahasa Utara dan Kota Tomohon.

Kali ini Gubernur menyasar Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dengan melakukan panen perdana semangka non biji di Desa Bajo Kecamatan Tatapaan.

Selanjutnya Gubernur Olly bersama Sekprov Sulut Edwin Silangen, Wakil Bupati Minsel Frangky Wongkar dan Anggota DPRD Provinsi Sulut Sandra Rondonuwu juga jajaran Pemprov Sulut mengunjungi Kecamatan Modoinding Minahasa Selatan (Minsel) dalam penyaluran secara simbolis bantuan pertanian, Rabu (19/8/2020).

Olly mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong sebagai lahan produktif. Menurutnya, hal itu sangatlah penting di lakuka untuk ketahanan pangan daerah.

“Saat ini pemerintah membantu para petani di 10 kabupaten dan kota serta para peternak di 4 kabupaten dan kota melalui asuransi. Asuransi ini dikhususkan bilamana terjadi gagal panen dan ternak mati. “Jadi kalau petani rugi torang bayar,” ujal Olly dihadapan para petani.

Lebih lanjut dijelaskannya, pada tahap awal ini baru tanaman jenis padi yang dicover dengan asuransi pertanian. Berikutnya, tanaman jagung. Sementara premi asuransi saat ini diberikan bagi 3.000 hektare lahan pertanian padi pada 10 kabupaten dan kota di Sulut.

Sementara manajer Cabang Asuransi Jasindo, Saut Taridahasiolan mengatakan, bantuan premi ini ditalangi 80 persen oleh Kementerian Pertanian, 20 persen sisanya ditanggung Pemprov Sulut.

“Preminya per hektare lahan sebesar Rp180 ribu untuk satu musim tanam. Jika gagal panen karena kekeringan, banjir, hama atau penyakit, maka akan diberikan ganti rugi,” bebernya.

Untuk setiap hektar lahan yang mengalami gagal panen akan diganti melalui asuransi Rp6 juta. Sementara untuk Minsel, terdapat 95 hektare lahan milik 102 petani yang dicover asuransi pertanian.

Selain asuransi pertanian, pemerintah juga memberikan asuransi bagi 1.000 ekor sapi milik peternak di Sulut, di mana Kementan menanggung 80 persen dan Pemprov Sulut sebesar 20 persen.

Premi asuransi peternak sebesar Rp 200.000 per ekor, di mana Rp160 ribu ditalangi Kementan, sisanya Rp40 ribu oleh Pemprov Sulut. Total bantuan untuk 1.000 ekor x Rp 200.000, mencapai Rp 200 juta. Di Minsel terdapat 74 peternak dengan 294 ekor sapi yang dicover asuransi.

(Prokla)

News Feed