oleh

Bupati Minahasa Tenggara Mendesak Menteri Pendidikan Untuk Melahirkan Sistem Belajar Mengajar Yang Efektif

Ratahan, Fajarmanado.com — Hal unik dan di luar biasanya dilakukan para guru dalam aktivitas mengajar bagi para siswa di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) di tengah pandemi Covid 19.

Program belajar luar jaringan (Luring) yang diterapkan Bupati James Sumendap memang mengharuskan para guru mengunjungi langsung para siswa sekolah dasar (SD) di rumah rumah dengan sistem berkelompok terbatas.

Tak hanya itu, para guru pun diwajibkan membawa alat peraga berupa papan tulis berukuran kecil dan spidol sebagai alat tulis saat mengajar.

Bupati Mitra James Sumendap bahkan menyebut, program ini sebagai program sekolah bangsawan di tengah pendemi Covid-19.

“Jadi ini sistemnya luring. Para siswa tidak dibebankan dengan kouta internet. Kita juga tidak mau para siswa harus dibebankan dengan memiliki Android. Tetapi guru harus turun langsung ke rumah siswa dengan pembagian kelompok,” terang Sumendap saat membeberkan teknis penerapa sekolah luring kepada wartawan, Senin (3/8/2020).

Baca Juga :  Tambang Ilegal Di Kebun Raya Megawati Soekarno Putri Di Tertibkan

Sumendap mengatakan, para siswa dari berbagai kalangan masyarakat, harus diperlakukan layaknya anak bangsawan. Sementara pemerintah berkewajiban untuk memfasilitasinya.

“Jangan mempersulit siswa, tetapi buat mereka nyaman dan belajar tanpa beban,” tuturnya.

Sementara, di pihak guru sendiri, Sumendap mengungkapkan akan ada perhatian khusus. Dia bahkan ikut mendesak menteri Pendidikan untuk melahirkan sistem belajar mengajar efektif dengan memperhatikan kesejahteraan khusus guru.

Baca Juga :  Olfi Tambayong Resmi Jabat Camat Tombatu Timur

“Di sini memang guru punya peran krusial. Bagaimana kemudian pemerintah pusat lewat Bro Menteri Pendidikan untuk melihat kebutuhan ini. Kesejahtraan guru juga wajib mendapat prioritas khusus,” timpalnya.

Sementara itu, dari pantauan di lapangan, aktivitas luring ini sudah dilakukan para guru. Mereka hadir menemui para anak-anak dengan membawa sendiri papan tulis dan spidol.

“Memang awalnya agak kaku. Tapi setelah dilakukan ternyata ada tantangan tersendiri juga. Kita harus siap mengajar dalam kondisi da situasi apapun, termasuk dengan metode atau cara pembelajaran diluar dari biasanya,” tukas salah satu guru.

Penulis : Didi Gara

News Feed