oleh

Sambut Operasional Pasar Esa Waya, 99 Pedagang Jalani Rapid Test

Kawangkoan, Fajarmanado.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa, Sulut kini tengah mengkaji operasional kembali Pasar Esa Waya Kawangkoan. Para pedagang pun mulai menjalani rapid test massal.

Pengambilan sampel darah perdana bagi para pedagang tersebut dilakukan tenaga kesehatan (Nakes) Puskesmas Kawangkoan di Ruang Data Kantor Camat Kawangkoan, Selasa (23/6/2020).

Dipimpin Kepala Puskesmas (Kapus) Kawangkoan, dr. Martini Oroh, tercatat 99 pedagang proaktif hadir dan rela disedot sampel darah mereka.

Rapid test yang berlangsung sejak pagi hingga sore tadi, sempat disaksikan Asisten 1 Pemkab Minahasa, Dr. Denny Mangala, MSi dan Kepala Dinas Kesehatan Minahasa, dr. Maya Rambitan, MKes.

“Ada 99 pedagang yang datang suka rela mengikuti rapid test tadi,” kata Camat Kawangkoan, Eightmi Johanna Moniung, SH menjawab Fajarmanado.com, sore tadi.

Penampakkan rapid test massal pedagang Pasar Esa Waya di Ruang Data Kantor Camat Kawangkoan, Selasa (23/6/2020)

Denny Mangala mengatakan, rapid test ditargetkan akan dilakukan kepada semua pedagang Pasar Esa Waya mulai saat ini sampai hari dioperasionalkan kembali pasar tradisional ke tiga terbesar di Minahasa setelah Pasar Tondano dan Pasar Langowan ini.

“Kalau tidak mau dirapid, mohon maaf, tidak akan diizinkan berjualan di pasar nanti,” tandas Mangala.

Kendati demikian, asisten pemerintahan dan kesra belum dapat memastikan kapan Pasar Esa Waya yang resmi dinyatakan tutup pada 28 Mei 2020 ini dioperasikan kembali.

“Dalam waktu dekat. Tapi kita harus menunggu rekomendasi dari Tim Gugus Tugas Covid 19 Minahasa,” kelit Mangala yang juga Koordinator Tim Gugus Tugas Covid 19 Minahasa.

Seperti diketahui, penutupan Pasar Esa Waya diputuskan Pemkab Minahasa pada rapat khusus di halaman Kantor Camat Kawangkoan pada 28 Mei 2020.

Keputusan tersebut disepakati setelah 36 diduga KERK, warga Lingkungan Tiga, Kelurahan Sendangan Tengah dan Lingkungan Satu, Kelurahan Kinali ini, tetap bersikukuh menolak menjalani swab test. Padahal, mereka yang sebagian besar pedagang pasar sudah dua kali didatangi tim nakes.

Pasca penutupan Pasar Esa Waya, pasar desa dan pasar lokal bermunculan. Termasuk pasar lokal di kompleks eks Bioskop Gembira yang berada di simpang empat. Berseberangan dengan Kantor Camat dan Terminal Kawangkoan.

Jika Pasar Esa Waya hanya beroperasi tiga kali dalam sepekan, pasar lokal tersebut dibuka setiap hari.

Tak ayal, dari hari ke hari tenda dan lapak darurat terus bertambah. Berjejer tak beraturan di ke dua sisi jalan. Terutama Jalan 17 Agustus Kawangkoan. Jalan pariwisata penghubung Objek Wisata Sumaru Endo Remboken dan Bukit Kasih Kanonang.

Kemacetan arus lalu lintas pun tak terelakkan sehingga ramai disorot masyarakat. Bahkan, viral di media sosial.

Penulis: Herly Umbas

News Feed