oleh

Menyusul 94 KPM BST, 133 Keluarga Terima BLT Dana Desa Tondegesan

Kawangkoan, Fajarmanado.com — Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Tondegesan, Kecamatan Kawangkoan, Minahasa, akhirnya mulai dinikmati 133 keluarga penerima manfaat (KPM), Rabu (10/6/2020).

BLT tahap pertama, bulan April 2020 yang sebesar Rp600 ribu itu, diserahkan langsung kepada setiap KPM oleh karyawan Bank SulutGo Cabang Kawangkoan di Balai Desa Tondegesan, didampingi Hukum Tua (Kumtua) Drs. Rull Pangau dan perangkat Pemerintah Desa (Pemdes) setempat.

Penyerahan ini menyusul 94 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial Tunai (BST) Kemensos menerima hak mereka di Kantor Pos Kawangkoan.

Penyerahan BLT Desa Tondegesan ini terkesan diawasi ketat. Kendati diserahkan langsung karyawan Torang Pe Bank berdasarkan SK Bupati Minahasa tentang nama-nama KPM BLT Dana Desa Tondegesan, pengawasan terpantau berlapis. Selain oleh personil TNI dan Polri.

Kapolsek Kawangkoan, Iptu Anthonius Tumbelaka hadir memberikan sambutan dan melakukan penyerahan perdana sekira pukul 11.00 Wita.

Sementara Camat Eightmi Johanna Moniung, SH muncul sekira 45 menit sebelum penyerahan berakhir pada pukul 13.15 Wita.

Desa Tondegesan tercatat sebagai salah satu desa  yang masyarakat penerima BLT Dana Desa maupun BST Kemensos, yang naik dari proyeksi awal.

Berdasarkan musyawarah desa khusus (Musdesus) pada April 2020 lalu, jumlah penerima BST Kemensos naik 11. Semula 83 menjadi 94 KPM. Sedangkan KPM BLT bertambah 37 keluarga, dari 96 menjadi 133 keluarga.

“Kenaikan ini terjadi karena dana desa di bawah 800 juta tidak lagi dibatasi hanya 25 persen untuk BLT Dana Desa,” kata Hukum Tua (Kumtua) Desa Tondegesan, Drs. Rull Pangau menjawab Fajarmanado.com, Rabu (10/6/2020), siang tadi.

Kumtua Rull Pangau mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat ini karena memberi peluang untuk memberikan bantuan sosial (Bansos) pemerintah kepada semua masyarakat yang terdampak pandemi Covid 19.

Menurut mantan birokrat ini, kalau hanya menggunakan maksimal 25 persen dari pagu dana desa 2020 untuk BLT,  maka masih banyak keluarga terdampak Covid 19 di Desa Tondegesan yang tidak akan terkaver dengan Bansos pemerintah.

“Pagu Dana Desa 2020 kami sebesar Rp716 juta lebih. Hanya bisa mengkaver sekitar 100 paket BLT. Padahal, hampir semua penduduk di sini terdampak,” kilahnya.

Oleh karena itulah, lanjutnya, Pemerintah Desa (Pemdes) dan BPD sepakat menunggu data ril penerima BST Kemensos untuk memusyawarahkan kembali penerima BLT Dana Desa.

Langkah ini, tak lain untuk menghindari kemungkinan munculnya kecemburuan di antara 326 kepala keluarga (KK) penduduk Desa Tondegesan. Jangan sampai terdampak tapi tidak kebagian Bansos pemerintah di masa Covid 19 ini.

“Syukur, penerima BST Kemensos ternyata naik jadi 94 keluarga. Bersamaan dengan itu muncul kebijakan baru bahwa tidak ada batas maksimal penggunaan dana desa untuk BLT,” ujarnya sambil melempar senyum.

Dengan adanya kebijakan pelonggaran pemanfaatan dana desa untuk BLT, akhirnya, berdasarkan Musdesus, penerima BLT Desa Tondegesan dinaikkan dari 96 menjadi 133 KPM.

“Saya tidak mau buru-buru. Tidak mau ambil resiko jangan sampai ada keluarga yang terdampak tidak menerima bansos pemerintah di tengah Pandemi Covid 19,” ujar mantan pamong yang lama berkarir di Biro Hukum Pemrov Sulut ini.

Penulis: Herly Umbas

News Feed