oleh

Puskesmas Tompaso Swab Test 21 Orang, 4 Pelaku Perjalanan ke Manado

Tompaso, Fajarmanado.com — Setelah dua kali menjalani rapid test, 21 warga Kecamatan Tompaso  dan Tompaso Barat, Minahasa, Sulawesi Utara menjalani swab test.

“Baru selesai (swab test) semua tadi pagi. Ada 21 orang,” kata Kepala Puskesmas (Kapus) Tompaso, dr. Felix Neidy Mamesah kepada Fajarmanado.com di Tompaso, Rabu (27/5/2020) siang.

Ke 21 orang itu, terdiri dari, tiga orang tibo, sebutan khas pedagang sembako di Minahasa, warga Desa Touure pelaku perjalanan ke Manado. Mereka berjualan di Pasar Pinasungkulan dan pasar lainnya di Kota Manado.

“Mereka di minta dan melakukan swab test, karena hasil rapid test sebelumnya, hasilnya reaktif,” jelas Dokter Didi, sapaan akrab Kapus Tompaso.

Sedangkan 12 lainnya yang menjalani Swab Test adalah warga Desa Tonsewer. Dua di antaranya, reaktif hasil rapid test mereka.

“Jadi, ada dua yang rapid test reaktif. Satu di antaranya adalah tibo yang sering berjualan di Pasar Pinasungkulan seperti tiga orang warga Touure,” jelas Dokter Didi.

Selain dua orang reaktif rapid test, warga Tonsewer yang menjalani swab test ada satu orang lagi dan lainnya karena Kontak Erat Resiko Tinggi (KERK) dengan almarhum Positif Covid 19.

“Enam lainnya di Desa Liba. Mereka adalah orang dekat dengan Pasien Positif Covid 19 nomor register 122 Sulawesi Utara,” jelas Dokter Didi didampingi petugas medis yang turun melakukan Swab Test.

Dokter Didi mengaku tak memastikan hasil Swab Test dari ke 21 orang tersebut. “Kami hanya menjalankan tugas hasilnya nanti pemeriksaan lap yang menentukan,” kilahnya.

Di wilayah Puskesmas Tompaso sendiri, tercatat telah ada dua orang yang terkonfirmasi positif Covid 19.

Satu PDP yang terlanjur pulang rumah sehari sebelum hasil Swab Test Positif Covid 19, satu lainnya terkonfirmasi Positif Covid 19 beberapa hari setelah meninggal dunia saat masih PDP.

“Kita berharap tak ada hasil positif (Covid 19) di antara mereka,” ujar Dokter Didi.

Selain itu, ada dua lagi yang belum ada hasil. Yakni, PDP meninggal warga Desa Kamanga dan KERT Lansia 82 tahun yang meninggal penduduk Desa Tonsewer, yang dikebumikan pada 25 Mei 2020.

“Sampai sekarang, PDP meniggal asal Desa Kamanga, belum kami terima hasilnya,” ujar Dokter Didi. “Kalau yang dari Desa Tonsewer, memang baru diswab test, tapi di Desa Kamanga sudah cukup lama,” sambungnya.

Penulis: Herly Umbas

News Feed