oleh

Tegas..! Pejabat Sitaro Pelaku Perjalanan “Dikurung” di Rumah Singgah

Ondong, Fajarmanado.com — Bupati Evangelian Sasingen ternyata tidak gertak sambal. Faktanya, dua pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sitaro ikut ‘dikurung’ di Rumah Singgah Covid 19.

Dalam dua hari terakhir, tak kurang 13 ASN Sitaro, tak bisa kembali berkumpul dengan keluarga mereka ketika pulang melakukan perjalanan dari luar Pulau Siau.

Dua pejabat yang terpaksa ikut diisolasi bersama total 19 pelaku perjalanan lainnya itu, adalah, Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Sem Makasiahe dan Kabag Ekonomi Setdakab Sitaro, Hesky Manalang.

Setibanya kembali di Siau, mereka langsung menjalani rapid test, kemudian diwajibkan oleh Tim Gugus Tugas Covid 19 yang diketuai Bupati Eva, sapaan akrab Evangelian Sasingen, untuk menjalani masa isolasi 14 hari di Rumah Singgah.

Padahal, mereka hanya melakukan perjalanan ke Pulau Tagulandang, masih wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Hesky Manalang masuk Rumah Singgah pada Senin, 25 Mei 2020 pukul 16.30 Wita. Sementara, Sem Makasiahe pada Pukul 06.30 Wita, Selasa (26/5/2020), pagi tadi.

“Mereka masuk Rumah Singgah karena melakukan perjalanan dari Tagulandang ke Siau menggunakan Kapal KM Majestic Kawanua 2,” kata Bupati Eva.

Pulau Tagulandang bukan zona merah Covid 19.Tapi, KM Majestic Kawanua 2 adalah transporatsi umum yang ikut ditumpangi pelaku perjalanan dari Manado.

“Di kapal, mereka bukan hanya sendiri. Ada penumpang lain yang berasal dari zona merah, dari Manado, karena kapal KM Majestic Kawanua 2 ini, bertolak dari Manado-Tagulandang-Siau. Karena itu mereka Wajib Isolasi,” tandas bupati dikutip dari rilis yang dikirim Kabag Prokopim Setdakab Sitaro, Theo Umbas, Selasa (26/5/2020) siang.

Kadis kesehatan dr. Semuel Raule, MKes menjelaskan, ketika tiba kembali di Siau, siapa pun wajib menjalani rapid test.

“Jika reaktif, tentu bukan Rumah Singgah tempatnya, langsung Isolasi di Puskesmas terdekat atau Rumah Sakit daerah untuk penanganan lebih lanjut. Protapnya sudah begitu,” jelasnya.

Berikut inilah nama-nama yang langsung menghuni Rumah Singgah Sitaro:

Di Gedung Sentra IKM di Kecamatan Siau Barat, yang masuk tanggal 25 Mei 2020, terdiri dari;

1. Bpk. Heski Manalang, suhu badan 37 derajat Celcius, hsl rappid non reaktif
2. Bpk. Melky Lerah, suhu badan 37 derajat Celcius, hsl rappid non reaktif
3. Ibu Mira Delawitan, suhu badan 36,9 derajat Celcius, hsl rappid non reaktif.

Masuk tgl 26 Mei 2020 jam 06.30
1. Bpk. Sem Makasiahe, suhu tubuh 36,8 derajat Celcius, hsl rappid nonreaktif
2. Wulandari Ponto, suhu tubuh 37 derajat celcius, hsl rappid nonreaktif
3. Nurtia Katiandagho, suhu tubuh 36,8 derajat Celcius, hal rappid nonreaktif
4. Mosel Takasihaeng, suhu tubuh 36,8 derajat Celcius, hsl rappid non reaktif
5. Jeiner Bawole, suhu tubuh 37 derajat celsius, hsl rappid non reaktif
6. Gerardus Ratulangi, suhu tubuh 36,5 derajat Celcius, hsl rappid non reaktif.

Di Rumah Singgah TK Mabura Ulu Siau :
1. Esrom Erasmus Gahirsa ASN (Inspektorat)
2. Charol Wekling Anthonie ASN (Inspektorat)
3. Juniverson papuas Karyawan BNI
4. Vernando Wuaten Karyawan MANDALA
5.Nurjanah Supu ASN (Dukcapil)
6.Ledia Kalebos non ASN
7.Ausia Sukarwaty (asn statistik)
8.Albert Christian (BPJS)
9.Lerry Roring (BPJS)                                                 10. Patris Muloke, pelaku perjalanan dari Manado.

“Kemungkinan akan ketambahan lagi,  karena Kesbang dan PolPP sementara menjemput lagi karyawan Bank BNI dan Bank Sulut,” kata Kadis Semuel Raule.

Pemkab Sitaro sendiri telah menyiapkan Rumah Singgah di empat tempat, yang menyediakan total 118 kamar.

Rinciannya, 38 Kamar di Gedung TK Mabura Kecamatan Siau Timur, 14 kamar di Gedung Sentra IKM Kecamatan Siau Barat, 54 Kamar di Gedung BLK di Kecamatan Tagulandang, dan 13 Kamar di Gedung Pasar Lamanggo Kecamatan Biaro.

Penulis: Maxi Heru

News Feed