oleh

Wah..! KERT Covid 19 Tonsewer Meninggal, Dokter Didi Pimpin Pemulasaran

Tompaso, Fajarmanado.com — Meski hasil rapid test non reaktif, namun ayah dari pasien Positif Covid 19 nomor register 151 Sulawesi Utara (Sulut) meninggal dunia di rumahnya, Senin (25/5/2020), siang tadi.

Opa Beyen, sapaan akrabnya, terkonfirmasi sebagai salahsatu Kontak Erat Resiko Tinggi (KERK) dengan anak kandungnya, wanita 53 tahun yang meninggal dunia masih berstatus PDP di RSUD Noongan.

Pasca meninggalnya pasien Positif nomor 151 pada hari Selasa, 12 Mei 2020, Opa Beyen sempat menjalani rapid test bersama 19 orang sesama KERK lain. Hasinnya, semuanya non reaktif.

Namun Opa Beyen dikabarkan menolak menjalani rapid test ke dua dan kemudian swab test ketika disambangi petugas medis Puskesmas Tompaso di rumahnya, di Desa Tonsewer Jaga 1, Kecamatan Tompaso Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut).

Pantauan Fajarmanado.com, sekira Pukul 15.00 Wita, petugas medis Puskesmas Tompaso mendatangi rumah kakek berusia 82 tahun itu di Desa Tonsewer dengan mobil ambulance.

Beberapa orang yang mengenakan Hasmat, Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, memasuki rumah permanen di lorong bagian belakang Balai Desa Tonsewer.

Kepala Puskesmas (Kapus) Tompaso, dr Felix Neidy Mamesah yang juga mengenakan Hasmat menangani langsung pemusalaran jenasah sesuai tahapan pemulasaran jenasah Covid 19 sekaligus mengambil sampel untuk swab test.

Tak ada warga yang datang mengerumuni rumah Opa Beyen. Tetangga pun hanya pasrah melihat dari balik kaca jendela rumah masing-masing. Ada beberapa orang keluarga dekat yang coba mendekat. Tak diizinkan petugas medis dan polisi yang berjaga di beberapa titik lorong itu.

Sekira 35 menit kemudian, jenasah yang sudah dalam peti dibawa dan dimakamkan di Pekuburan Umum Desa Tonsewer, kompleks jalan penghubung Desa Tonsewer dengan Desa Pinabetengan Utara. Dimakamkan sesuai protap Covid 19.

Kepala Dinas Kesehatan Minahasa, dr. Maya Rambitan, MKes ikut mengawasi proses pemakaman. Padahal, hanya mengenakan masker dan kaos tangan.

Kapus Tompaso, Dokter Didi, sapaan familiarnya, terus menghindar untuk memberikan keterangan. berkali-kali dihubungi melalui saluran telepon, tidak merespon.

Keterangan yang dihimpun di Tonsewer menyebutkan, Opa Beyen kini tinggal sendirian. Almarhum digilir ditemani, dijaga dan diberi makan oleh anak-anaknya. Ketika hendak dibangunkan sarapan pagi tadi, Opa Beyen telah meninggal.

“So keras kata. Mungkin meninggal dari tadi malam atau amper siang,” ujar seorang warga Tonsewer.

Ia pun menduga, Opa Beyen meninggal karena usia lanjut. “Soalnya so tua, so umur 82 tahun, deng korang di tampa tidor turus,” kilah pria yang menolak disebutkan namanya, dengan dialek Manado yang kental.

Seperti diketahui, Jubir Gugus Tugas Covid 19 Sulut, dr. Steaven Dandel menyebutkan, pasien terkonfirmasi Positif Covid 19 nomor registrasi 151 adalah wanita 53 tahun asal Minahasa.

Dandel mengatakan, wanita itu hanya sekira satu hari dirawat di rumah sakit dan meninggal dunia pada hari Selasa, 12 Mei 2020.

Yang dimaksud Dandel, tak lain adalah wanita PDP Covid 19 warga Desa Tonsewer Selatan, Kecamatan Tompaso Barat, Minahasa.

Wanita yang dikenal sebagai pedagang hortikultura ini meninggal di RSUD Noongan pada Selasa, 12 Mei 2020 sekira pukul 05.30 Wita dan dimakamkan di Pekuburan Umum Desa Tonsewer, sore harinya.

Sesuai penulusuran pihak Dinas Kesehatan Minahasa, ada 20 orang Kontak Erat Beresiko Tinggi (KERT) dengan korban dan 59 mengaku mengalami kontak.

Hasil rapid test yang dilakukan tenaga medis Puskesmas Tompaso, 20 KERK non reaktif. Namun, hasil pemeriksaan sampel darah dari 11 orang kontak fisik, ada satu yang reaktif.

Kapus Tompaso, Dokter Didi membenarkan kabar ini. “Benar,  ada satu yang hasil rapid testnya reaktif,” katanya dikonfirmasi Fajarmanado.com di Tompaso, Rabu (20/5/2020).

Ia mengatakan, Dokter Didi, hasil rapid test reaktif itu merupakan sampel darah dari orang berprofesi sama dengan PDP Covid 19 warga Desa Tonsewer Selatan.

“Dia tibo (pedagang). Sama deng korban, sering berjualan (hortikultura) di Manado,” katanya.

Wanita PDP warga Desa Tonsewer Selatan tersebut  pertama kali masuk RSUD Langowan pada hari Jumat, 8 Mei 2020 dengan keluhan diare.

Saat ditanya oleh dokter dan tenaga medis, apakah adanya gejala penyakit lain, korban mengelak. Namun, ketika masuk rumah sakit yang sama tiga hari kemudian, Senin, 11 Mei 2020 sekitar pukul 15.30 Wita, baru korban mengaku mengalami sesak nafas.

Tindakan medis pun dilakukan. Hasil rapid test reaktif, foto toraks menunjukkan hasil phenomia dan oksigen 1 per di bawah 50.

“Jadi, tiga rekam medik menunjukkan ada gejala terinfeksi virus corona,” ujar Dokter Didi yang saat itu mengaku telah berkoordinasi dengan pihak dokter RSUD Noongan ini.

Dandel menambahkan, positif Covid 19 nomor 151 ini adalah orang yang sering melakukan perjalanan Minahasa-Manado, termasuk di Pasar Pinasungkulan Karombasan.

Penulis: Herly Umbas

News Feed