Polemik Penerima BLT Desa Tember, Kumtua: Ada yang Menolak
Penghuni rumah ini masuk daftar 49 keluarga penerima BLT Dana Desa hasil Musdesus Desa Tember, Kecamatan Tompaso, Minahasa. Namun, belakangan dikabarkan mengundurkan diri. Foto: Aliansi Wartawan Minahasa (AWAM).

Polemik Penerima BLT Desa Tember, Kumtua: Ada yang Menolak

Tompaso, Fajarmanado.com — Polemik penetapan keluarga penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa di Desa Tember, Kecamatan Tompaso, Minahasa, berlanjut.

Meski diklaim sebagai hasil rapat musyawarah desa khusus (Musdesus) namun tak sedikit calon penerima bantuan sosial terdampak ekonomi pandemi virus corona atau Covid 19 ini, yang menyatakan mengundurkan diri.

Hukum Tua (Kumtua) Desa Tember, Retty Relita Sondakh mengungkapkan, ketika hendak dilakukan pemasangan stiker “Keluarga Kurang Mampu” ada beberapa penerima menolak.

Penolakan datang dari para tokoh agama, baik pendeta dan gembala maupun guru agama dan dua anaknya. Bahkan, dari seorang janda.

Alasan mereka, menurutnya, relatif sama. Yaitu, berikan saja kepada orang yang lebih membutuhkan.

“Makanya, dorang kan tadi, ketika hendak dilakukan penempelan (stiker), dorang menolak. Dorang akan beking surat pernyataan,” tandasnya menjawab pertanyaan wartawan soal dua anaknya yang masuk daftar penerima BLT Dana Desa, Kamis (7/5/2020), tadi malam.

Kumtua Retty Sondakh menegaskan bahwa penetapan 49 nama penerima BLT Dana Desa Tember bukan kehendak pribadinya, apalagi diembel-embeli latar belakang lain.

“Itu hasil musyawarah. Hasil musyawarah, kasiang. Jadi, kita cuma diam. Kita cuma dengar, ini ini ini,” kilahnya.

Bahkan, ketika ke dua anaknya disebut masuk daftar penerima, Kumtua Retty Sondakh menyatakan sempat protes.

Namun, menurut dia, peserta Musdesus menolak menghapus nama ke dua anaknya. Karena, ke dua anaknya adalah keluarga muda dan belum punya rumah atau masih menumpang tinggal di rumah orang tua atau orang lain.

Ia menjelaskan, para calon penerima BLT Dana Desa Tember, sesuai hasil Musdesus, memasukkan para tokoh agama dan keluarga muda yang belum memiliki rumah.

Nama-nama penerima ini, diklarifisikasi kembali saat pemasangan stiker. Yang menolak, kata dia, akan dimintai surat pernyataan atau berita acara penolakan.

Kumtua Sondakh juga mengungkapkan bahwa penentuan nama-nama penerima BLT Dana Desa Tember tidak asal-asalan ditetapkan. Diseleksi ketat, dibaca satu persatu kemudian dibahas.

“Sampai empat kali kami membahasnya,” ujarnya, yang saat berbincang melalui saluran telepon mengaku tengah membahas persoalan tersebut dengan BPD.

Penulis: Herly Umbas