oleh

Soal Dandes 2020 Minahasa, Jeffry Sebut Tangkal Covid 19 dan Padat Karya Tunai

Tondano, Fajarmanado.com — Tak kurang 171 dari 227 desa di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara kini sedang menikmati dana desa (Dandes) tahap pertama 2020.

Kepala Dinas Pembangunan Masyarakat Desa (PMD) Minahasa, Jeffry Tangkulung mengatakan, Dandes tahap pertama tersebut lebih diarahkan untuk menangkal penyebaran virus corona atau Covid 19 dan pekerjaan fisik padat karya tunai sesuai APBDes masing-masing.

Ia mengapresiasi semua desa di Minahasa karena proaktif menindaklanjuti anjuran pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam upaya mencegah penyebaran virus corona.

“Semua desa tak menunggu dana desa tahap pertama cair, sudah melakukan penyemprotan disinfektan sampai di rumah-rumah penduduk,” katanya kepada wartawan di Tondano, Selasa (7/4/2020).

Pantauan Fajarmanado.com, sejak pekan terakhir bulan Maret 2020, desa-desa mulai melakukan penyemprotan cairan disinfektan. Diawali di ruang-ruang publik, seperti kantor dan rumah-rumah ibadah, kemudian di rumah-rumah penduduk.

Baca Juga :  Brimob Polda Maluku 'Hujani' Kota Ambon dengan Cairan Disinfektan

“Kalau kami sudah empat kali dengan (hari) ini melakukan penyemprotan,” kata Hukum Tua (Kumtua) Desa Tondegesan Dua, Kecamatan Kawangkoan, Senin (6/4/2020).

Tak hanya penyemprotan disinfektan, Desa Tondegesan Dua, Desa Kanonang Satu dan Desa Kanonang Lima, misalnya, telah pula membagikan paket sembako, berupa beras, minyak goreng, mie instant dan sabun cair kepada semua keluarga.

Para kepala desa, yang di Minahasa disebut Kumtua ini, senada mengatakan bahwa dana pembelian paket sembako dan bahan disinfektan akan diambil dari Dandes 2020 yang akan digeser melalui rapat bersama pemerintah, BPD dan tokoh masyarakat untuk menyusun APBDes Perubahan 2020.

Baca Juga :  Aktif Cegah Corona, Brimob Maluku Gencar Sosialisasikan Prokes dan Semprotkan Disinfektan

Kadis Jeffry Tangkulung mengatakan, perubahan APBDes dalam rangka penanggulangan penyebaran Covid 19 dan dampak sosial ekonominya, telah diinstruksikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan ditindaklanjuti Mendes PDTT dengan Surat Edaran No. 8 Tahun 2020.

Sedangkan program pembangunan infrastruktur desa, diprioritaskan untuk padat karya tunai yang menyerap tenaga kerja yang lebih banyak sehingga bisa membuka peluang lebih banyak pula warga yang mendapat manfaat langsung di masa pandemi Covid 19 saat ini.

“Tapi jarak antar pekerja harus diatur. Lebih baik lagi menggunakan masker dan apabila ada yang kurang sehat seperti flu, lebih baik jangan dipekerjakan,” ujarnya.

Editor : Herly Umbas

News Feed