oleh

KBPP Polri Sulut Berbagi Hand Sanitizer, Warga: Pilih Kasih!

Kawangkoan, Fajarmanado.com — Kepedulian sosial Dr (HC) Vonnie Anneke Panambunan, STh kini semakin dikenal luas warga Sulawesi Utara (Sulut).

VAP, sapaan familiar salahsatu bakal calon Gubernur Sulut ini kian populer di saat pandemi virus corona atau Covid 19 dalam sebulan terakhir di bumi Nyiur Melambai.

Faktanya, dari sederetan nama yang mencuat meramaikan konstelasi Pilkada Gubernur 2020, yang telah ditunda, hanya VAP yang rajin turun menyapa dan membantu kebutuhan masker dan hand sanitizer masyarakat yang nyaris hilang di pasaran, termasuk di wilayah Provinsi Sulut.

VAP, yang Bupati Minahasa Utara (Minut) awalnya turun membagikan langsung masker dan hand sanitizer kepada warga di wilayah pemerintahannya.

Karena peminat membludak, bukan hanya datang dari wilayah Kabupaten Minut, pembagian alat dan bahan pengaman tebaran Covid 19, di Minut ikut melibatkan pemerintah desa dan kelurahan serta kecamatan.

Sementara di luar Minut, VAP memanfaatkan jaringannya sebagai Ketua KBPP Polri Sulut. Produk hand sanitizer yang disebar pun,.menggunakan logo KBPP Polri Sulut.

Hand Sanitizer tersebut berlebelkan; KBPP POLRI SULUT BRANTAS COVID-19 Bersama Keluarga Besar Putra Putri Polri, dilengkapi logo Polri, foto dan nama Kapolda Sulut Irjen Pol. Drs. Royke Lumowa, MM sebagai Pembina KBPP Polri Sulut dan logo KBPP Polri, gambar dan nama lengkap VAP selaku Ketua KBPP Polri Sulut.

Inilah masker hand sanitizer KBPP Polri Sulut yang dibagikan oleh para personil KBPP Polri Sulut di Kawangkoan, Rabu (1/4/2020) sore.

Rabu (1/4/2020), sore tadi, warga di kompleks pertokoan dikejutkan dengan pembagian masker dan hand sanitizer oleh beberapa orang yang mengenakan kemeja hitam bertuliskan KBPP Polri Sulut lengkap dengan logo KBPP Polri.

Sehabis rehat menegak kopi susu dan melahap biapong di Rumah Kopi Sarina, dua orang pria mengambil kantong pelastik dari dalam mobil minibus yang diparkir di seberang jalan, tepatnya di depan Taman Kota Kawangkoan.

Hand Sanitizer dan masker tersebut kemudian dikeluarkan dan diletakkan di atas meja, pojok Utara rumah kopi,  di mana mereka duduk, lalu mulai dibagikan kepada orang sekitar.

Melihat pemandangan ini, beberapa orang yang berada di teras dan tak kurang enam orang lainnya yang tengah berada di dalam rumah kopi tersebut spontan mendekat minta bagian.

“Maaf bapak-bapak. Tolong jaga jarak,” sergah salah satu wanita di antaranya,  sementara seorang pria mengenakan seragam yang sama bersiap dengan android untuk mengabadikan.

Pret.. Saat seorang wanita menerima masker dan hand sanitizer dari wanita tadi. “Maaf, maaf jaga jarak. Para pelayan dulu,” ujarnya sambil beranjak menuju depan kasir di mana sekitar enam pelayan berdiri.

Usai membagikan kepada para pelayan, mereka pun langsung berusaha beranjak ke luar. Namun berusaha dicegat oleh sekumpulan orang tadi untuk mendapat bagian. “Sudah habis. Yang ada tinggal beberapa masker,” kilah wanita tadi sambil berlalu setelah memberikan masker kepada beberapa orang.

“Dapa lia pilih kasih. Bilang so abis, padahal masih ada dalam tas,” ketus Ruddy Langi,  warga Kecamatan Tompaso.

“Waktu dorang ambe di dalam oto tadi, kita lia masih banyak bungkusan masker deng botol hand sanitizer. Mungkin dorang mo berbagi di tampa lain,” ujar Hentje “Wangyu” Lumangkun, warga Kelurahan Kinali Satu, Kawangkoan.

Boy Rompas, Kepala Lingkungan Tiga, Kelurahan Sendangan Tengah, Kawangkoan juga menyesalkan sikap para oknum KBPP Polri Sulut yang membagikan hand sanitizer dan masker.

“Kalau memang tidak cukup, sebaiknya jangan dibagikan. Kalau pun target mereka hanya diberikan kepada pelayan rumah kopi, langsung saja serahkan kepada kasir, jangan ditunjukkan kepada orang lain sehingga tidak muncul kesan pilih kasih,” ujar pria yang tak memperoleh masker pun.

Oleh karena itu, Boy menyarankan kepada pihak mana pun yang berniat membagikan hand sanitizer dan masker agar harus cermat dan peka supaya tidak menimbulkan kecemburuan.

Penulis: Herly Umbas

News Feed