oleh

Hari ke 3 Penertiban, Banyak Pedagang yang Menolak Masuk Pasar Kawangkoan, Gegara Ini

Kawangkoan, Fajarmanado.com — Hari ke tiga melakukan penertiban pedagang Pasar Esa Waya Kawangkoan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perdagangan Minahasa belum juga berhasil melakukan penataan.

Kendati Kepala Pasar (Kapas) Esa Waya Meddy Moniung menyatakan sudah menyiapkan tempat berjualan kepada semua pedagang, namun masih banyak pedagang ikan laut mentah dan Barito (bawang, rica, toma) serta sayur-sayuran yang masih bertahan berjualan di dua sisi jalan sebelah timur pasar sampai Kamis (12/3/2020).

Pantauan Fajarmanado.com sampai petang tadi, belasan personil Satpol PP dengan menggunakan truk kembali turun menertibkan pedangan yang berjualan di dua pinggiran jalan sebelah timur Pasar Esa Waya sejak tadi pagi.

Para pedagang ikan diarahkan mengambil tempat berjualan di jalan sisi Utara pasar, yang berbatu-batu dan becek layaknya sungai kering dikala hujan.

Sementara pedagang Barito dan aneka jenis sayur-sayuran diajak masuk menggunakan lokasi yang berada di kawasan pasar, termasuk gedung pasar modern yang dibangun dengan dana APBN 2017.

Baca Juga :  Virus Corona Kian Meresahkan, Jones: di Mana Dana Pemkab Minahasa
Penampakan pedagang yang memarkir mobil tempat berjualan di area manfaat jalan sisi timur Pasar Esa Waya Kawangkoan, Kamis (12/3/2020) siang.

“Masakan kami diminta ambil lokasi di jalan sana. (Kondisi jalan) berbatu-batu bisa merusak loyang ikan saya,” komentar Fientje Pontoloring, ibu penjual ikan mentah yang mengaku berasal dari Kabupaten Minahasa Tenggara sambil menunjuk jalan dimaksud.

Pontoloring dan dua rekannya, saat ditemui sedang menjual ikan laut mentah di jembatan masuk rumah Keluarga Mukuan-Tumbelaka, sekitar 50 meter sebelah Utara pasar.

Mereka mengaku hendak dipindahkan di ruas jalan lingkar pasar di sisi Utara, yang terkesan sudah rusak berat.

Ruas jalan itu sendiri sudah bertahun-tahun tidak bisa dilewati kendaraan bermotor dan terkesan kumuh. Meski telah dilaburi tanah teras, kondisinya masih nampak berlubang dan berbatu-batu.

Selain Pontoloring dan dua rekannya, masih banyak pedagang lain yang tak masuk kawasan pasar. Bahkan, ada yang memilih berjualan di halaman rumah penduduk.

Baca Juga :  Cekcok Saat Pesta Miras, Badik Besi Putih Makan Korban, Satu Tersangka Diburu Polisi

Kendati demikian, masih banyak juga yang bertahan berjualan di depan toko dan rumah-rumah penduduk, dengan menggunakan area manfaat jalan.

Bahkan, banyak mobil yang terparkir di area manfaat jalan yang memuat aneka dagangan. “Katanya, itu tempat parkir. Tapi tetap digunakan untuk berjualan,” komentar Ronny R.

Menanggapi keluhan ini, Kapas Meddy Moniung mengatakan pihaknya hanya bisa berupaya menampung pedagang sesuai keberadaan dan kondisinya kini.

“Masih banyak tempat yang dapat dimanfaatkan di dalam pasar. “Tapi sedari tadi pagi anak buah saya menunggu, mereka tetap tidak mau masuk,” katanya.

Ia pun mengakui bahwa para pedagang yang memanfaatkan halaman rumah penduduk tidak dikenakan lagi tagihan retribusi pasar.

“Ya, karena mereka (yang menggunakan lahan penduduk) tidak lagi kami tagih (retribusi),” ujar Moniung, mantan Sekdes Kanonang Dua, Kawangkoan Barat ini.

Seperti diberitakan, ketika memimpin pembinaan di Pasar Esa Waya Kawangkoan pada Sabtu, 7 Maret 2020 lalu, Kasatpol PP Minahasa, Meidy Rengkuan, SH MAP berkali-kali menegur dan mengingatkan pedagang yang menggunakan mobil untuk tidak berjualan di sisi jalan.

Penulis: Herly Umbas

News Feed