oleh

Pasca Penertiban, Lapak Liar Masih Hiasi Pasar Kawangkoan

Kawangkoan, Fajarmanado.com — Lapak dan tenda liar masih mewarnai Pasar Esa Waya Kawangkoan, Minahasa, Senin (9/3/2020) pagi tadi.

Upaya penertiban hari ke dua Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Minahasa, pagi tadi belum membuahkan hasil yang diharapkan. Negosiasi pun dilakukan.

“Mereka (pedagang) sudah berjanji hari Kamis depan akan pindah berjualan di dalam pasar,” komentar Kepala Pasar (Kapas) Esa Waya Kawangkoan, Meddy Moniung kepada Fajarmanado.com di kantornya, siang tadi.

Seperti diberitakan, tak kurang 30 personil Satpol PP,  yang dipimpin Kasat Meidy Rengkuan, SH, MAP dan Sekretarisnya, Dra. Meyke Margo Rantung melakukan penertiban lapak dan tenda liar pedagang di kompleks Pasar Esa Waya Kawangkoan pada Sabtu, 7 Maret 2020, akhir pekan lalu.

Puluhan lapak akhirnya diangkat dan diangkut dengan truk Satpol PP dari lokasi, jalan sisi timur pasar ke lokasi pasar ternak di sebelah barat pasar yang berada di Kelurahan Uner Satu, Kecamatan Kawangkoan itu sendiri.

“Saya bangga,  ternyata para pedagang di sini memahami dan sadar dengan tindakan kami,” komentar Kasatpol PP Meidy Rengkuan kepada Fajarmanado.com di sela penertiban.

Baca Juga :  Cekcok Saat Pesta Miras, Badik Besi Putih Makan Korban, Satu Tersangka Diburu Polisi

Pantauan Fajarmanado.com, tak ada perlawanan berarti dari pedagang saat itu.

Ada yang coba berargumentasi, tapi setelah diberikan pengertian rata-rata memahami program penataan dan pembinaan yang disampaikan Satpol PP, yang menyertakan petugas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan Dinas Perdagangan Minahasa.

“Lalu kami berjualan di mana,” komentar seorang ibu pedagang.

“Silahkan berhubungan dengan Kepala Pasar, nanti mereka yang memfasilitasi,” jawab Kasatpol PP, Meidy Rengkuan, yang pernah memegang jabatan Camat Kawangkoan Barat.

Rengkuan kemudian mengingatkan Kepala Pasar (Kapas) Esa Waya Kawangkoan, Meddy Moniung untuk sesegera mungkin mengarahkan semua pedagang yang terkena penertiban berjualan di dalam kawasan pasar.

“Siap, Pak. Kami sudah persiapkan sesuai dengan kelompok jenis dagangan yang sudah ada,” ujarnya.

“Hari Senin depan kami akan datang lagi memantau. Saya minta hari Senin sudah tertata rapi, tidak ada lagi yang berjualan di jalan sebelah timur ini,” tandas Rengkuan, yang juga mantan Kabag Pemerintahan Pemkab Minahasa ini.

Sampai siang tadi, terpantau masih banyak tenda dan lapak pedagang di dua sisi jalan sebelah timur pasar. Bedanya, kalau sampai pekan lalu berada sampai di area manfaat jalan, kali ini sudah digeser agak ke belakang menggunakan trotoar dan drainase yang telah ditutupi.

Baca Juga :  Virus Corona Kian Meresahkan, Jones: di Mana Dana Pemkab Minahasa

Bahkan, tak sedikit pedagang yang bergeser jauh ke belakang dengan menggunakan lahan penduduk setempat.

“Kalau sudah begini, PAD pasar pasti berkurang. Karena mereka tidak menggunakan lagi lahan pasar tapi lahan penduduk,” komentar Jackly Rompas, pemilik toko di sebelah timur Pasar Esa Waya Kawangkoan.

Sementara, di dalam kawasan pasar terpantau masih banyak lapak kosong,  yang tidak lagi digunakan pedagang,  baik di kompleks pasar daging maupun di gedung pasar tradisional yang dibangun dengan dana APBN tahun 2017 silam.

“Ya,  masih banyak. Ruang-ruang itulah yang akan kami berdayakan,  tentu untuk pedagang yang sudah memenuhi syarat administrasi atau siap melengkapi berkas yang dibutuhkan,” ujar Kapas Meddy Moniung.

Mengenai kemungkinan masih ada pedagang yang membandel, Moniung optimis tidak akan ada. “Kami sudah bicara langsung dengan mereka. Semua hari Kamis siap pindah,” kilahnya.

Penulis: Herly Umbas

News Feed