oleh

Tangkap 2 Tersangka Lagi, Polisi Masih Buru 3 Penganiaya Celsius Hingga Cacat

Tomohon, Fajarmanado.com — Pengejaran polisi teehadap komplotan penganiaya Celcius Lapong (53 tahun), warga Taratara Satu, Tomohon Barat, Kota Tomohon kembali membuahkan hasil.

Kini, dikabarkan sudah lima orang yang diamankan polisi. Tiga lainnya masih diburu Tim Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Tomohon.

Menyusul pria berinisial JK (33 tahun), AP (35 tahun), dan EM (49 tahun), Tim Resmob Satreskrim Polres Tomohon membenkuk CM (28 tahun) dan JM (34 tahun) pada Kamis (23/5/2019), siang.

Kapolres Tomohon, AKBP Raswin Bachtiar Sirait, SIK, SH, MSi melalui Kasatreskrim, AKP Ikhwan Syukri, SIK, SH ketika dikonfirmasi membenarkan penangkapan kedua tersangka baru tersebut.

“Ya, Tim Resmob yang dipimpin Bripka Bima Pusung mengembalikan dua tersangka yang terlibat dalam kasus penganiayaan di Taratara,” katanya kepada wartawan, Jumat (24/5/2019) pagi.

Didampingi Bripka Bima Pusung, Ikhwan Syukri mengungkapkan, sesuai hasil pengembangan, diduga kuat masih ada dua tersangka lain yang ikut bersama-sama mengeroyok Celsius hingga mengalami cacat.

Berdasarkan pengakuan CM dan JM, masih ada tiga keterlibatan lainnya yang juga terlibat dalam penganiayaan yang terjadi di Kelurahan Taratara Satu, Kecamatan Tomohon Barat pada 12 Januari 2019 lalu.

“jadi, lima sudah kami tangkap,  dan tiga tersangka lain masih dalam pengejaran petugas,” ujarnya.

Seperti diberitakan, Celsius dikeroyok para tersangka, yang di antara mereka menggunakan parang di Kelurahan Taratara Satu pada 12 Januari lalu.

Akibat dari aksi kriminalitas komplotan tersangka itu, Celsius menderita cacat. Korban mengalami luka sabetan parang di tangan kanan, patah kedua kaki serta luka sobek di pelipis kanannya.

Ia menambahkan, ketiga tersangka yang ditangkap petama kali di lokasi berbeda setelah lebih empat bulan menghilang pada Rabu, 22 Mei lalu.

“Awalnya kami menangkap EM, di perkebunan kompleks TPA,” ujarnya kepada wartawan di Tomohon, Kamis (23/5/2019).

Setelah itu, lanjut dia, petugas menangkap JK yang sedang menonton televisi di rumah saudaranya, dan terakhir menangkap AP di tempatnya bekerja, di Kelurahan Woloan.

Penulis: Prokla Mambo

Editor   : Herly Umbas

News Feed