oleh

Astaga..! Air PDAM Kawangkoan Dicampur Air Sungai

Kawangkoan, Fajarmanado.com — Ini sangat memiriskan. AIr PDAM Unit Kawangkoan dikabarkan tidak lagi murni bersumber dari mataair panas Kinali tapi telah dicampur dengan air sungai.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Uner, Kawangkoan Utara Drs. Jhonny Laloan mengatakan, kabar ini diketahuinya langsung dari salahsatu oknum petugas PDAM Unit Kawangkoan kepada dirinya dan pengurus LPM Kelurahan Talikuran Utara, Benny Pangaila beberapa pekan lalu.

“Saya kaget mendengar kabar ini. Petugas itu berdalih karena sumber mataair (panas) yang selama ini digunakan PDAM telah menurun jauh debit airnya, maka dicampur dengan air sungai,” kata Lie Laloan, sapaan akrabnya pada reses masa sidang ke tiga  anggota DPRD Minahasa Edwin AMA Lumi di Kantor Lurah Uner, Jumat (30/11/2018).

Baca Juga :  Hukum Tua Desa Tombasian Atas Imbau Masyarakat, Pengucapan Syukur Sesuai Protap

Lie Laloan, yang mantan Sekretaris Dinas Sosial.Minahasa ini mengaku kaget dengan pengakuan oknum petugas PDAM tersebut.

Ia menilai air sungai Ranowangk, anak sungai DAS Nimanga yang membentang dari Tompaso.meliwati Desa Tondegesan serta Kelurahan Kinali, Uner, Talikuran dan Kiawa ini telah tercemar. Selain tempat memandikan sapi dan kuda, juga di sepanjang sisi aliran sungai itu banyak peternakan babi dan ayam.

“Saya mohon, Pak Edwin dapat membawa persoalan ini dan diperjuangkan kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk mendapatkan perhatian seirus,” katanya.

Persoalan ini, lanjut dia, telah disampaikan pihaknya kepada Pemkab Minahasa. “Kami juga akan menyurat secara resmi kepada DPRD Minahasa, termasuk anggota dewan dari Dapil Tiga,” ujarnya.

Laloan mensinyalir bahwa penurunan debit air panas Kinali yang sekitar 30 tahun menjadi sumber utama PDAM di Kawangkoan ini akibat terjadi perambahan pepohonan yang berada di sekitarnya.

Baca Juga :  Camat Kawangkoan, Eightmi: Ayo Vaksin dan Tak Jenuh Terapkan Protap

“Kita semua tahu, kawasan itu sekarang ini sudah beralih di tangan salahsatu perusahaan. Pohon-pohon di sekitarnya sudah ditebang, bahkan bukit-bukitnya sudah dilakukan penggusuran,” katanya.

“Apakah kegiatan itu ada izin atau tidak, saya minta Pak Edwin sebagai dewan terhormat untuk mengkonfirmasinya. Kalau tidak, harus dilakukan penghijauan kembali demi anak cucu kita semua,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Edwin Lumi, politisi PKPI ini berjanji akan menyalurkan dan memperjuangkan aspirasi ini kepada Pemkab Minahasa dan jajarannya untuk dicarikan solusi yang.menguntungkan untuk kemaslahatan masyarakat.

Penulis: Fiser Wakulu

Editor   : Herly Umbas

News Feed